Keesokan malamnya, suasana di lantai utama penthouse terasa sunyi meskipun lampu gantung kristal memancarkan cahaya hangat. Pintu lift berdenting halus dan terbuka, Marva yang baru saja selesai dirawat di rumah sakit, melangkah keluar dengan raut wajah yang sangat cemas. Rambut putihnya disanggul rapi dan langkah kakinya terburu-buru.Nerina yang sudah menunggu segera menyambutnya."Di mana dia, Nerina? Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Marva."Begitu mendengar Ravenna ditemukan, jantungku rasanya mau copot.""Nona Ravenna ada di ruang makan bersama Ayah," jawab Nerina lembut. "Dia sudah jauh lebih tenang setelah istirahat seharian, walaupun tampaknya masih dalam kondisi syok berat."Marva segera pergi ke ruang makan dengan lebar. Begitu menyadari kehadiran Marva, Morrigan langsung berdiri dari kursinya dengan sopan."Marva, syukurlah kamu datang," sapa Morrigan."Ravenna!" Marva mengabaikan sapaan Morrigan. Matanya langsung tertuju pada cucunya yang duduk di seberang mej
最後更新 : 2026-05-27 閱讀更多