Ma, lepas…” Sally berusaha menarik tangannya, tapi menahannya dengan kekuatan keputusasaan.“Pikirkan Mama, Sal! Hanya ini satu-satunya cara kita bisa berdiri tegak di depan orng lain!” Suara Mama meninggi, parau oleh air mata.Tiba-tiba, drrrrttt… drrrttt…Ponsel Rian yang tergeletak di meja bergetar. Nama ‘Tante Melly’ berkedip di layar. Rian segera menyambarnya.“Halo, Tante?” Suara Rian tercekat. Ia terdiam sesaat, Matanya membelalak menatap Sally. “Apa? Vino… Vino sudah siuman?Jantung Sally serasa berhenti berdetak. Dunia di sekitarnya mendadak sunyi, hanya ada nama Vino yang bergema di kepalanya.“Tante Melly bilang Vino terus memanggil namamu, Sal,” ucap Rian pelan, suaranya bergetar, “Dia menanyakanmu.Sally tersentak, kekuatannya kembali. “Aku harus ke sana, Ma. Vino siuman! Dia mencariku!”Namun genggaman Mama justru semakin mengencang hingga kuku-kukunya memutih.“Tidak, Sally! Kalau kamu pergi sekarang, pernikahan ini hamcur. Kamu mau memilih laki-laki yang han
Read more