Rian merangkul bahu Vino dan Sally dengan ceria, seolah tidak menyadari ketegangan yang nyaris meledak di antara keduanya. Vino bisa merasakan aroma parfum Sally yang familier_aroma yang dulu selalu ia damba_kini bercampur dengan aroma kain brokat dari gaun soft pink pemberiannya. “Ayo, posisi dirapatkan! Vino, agak masuk sedikit ke samping Sally,” intruksi fotografer sambil melambai-lambaikan tangannya. “Nah, ini baru mantap. Keluarga besar dan sahabat rasa saudara,” cetus Rian tanpa beban Vino hanya tersenyum kaku. Tangannya terasa berat saat harus terangkat dan ragu-ragu hingga dibelakang punggung Sally. ia bisa merasakan bahu sally yang menegang seketika. “Senyum, Sal. Jangan cemberut begitu, nanti Mama tanya-tanya,” Bisik Vino sangat pelan, hanya untuk di dengar oleh gadis di sampingnya. “Rapat sedikit lagi, Vin! Nah, begitu dong,” seru Rian sambil mengacung jempol. Vino memaksakan sebuah senyuman ke arah lensa kamera, sementara jantungnya berdegup kencang hingga tera
Baca selengkapnya