Tidak ada petir, ledakan dan ada suara langit yang runtuh.Yang ada hanyalah keheningan. Keheningan yang begitu dalam hingga Elara dapat mendengar detak jantungnya sendiri, satu, dua, tiga.Lalu cahaya di sekelilingnya mulai padam. Perlahan, seperti lilin yang kehilangan alasan untuk terus menyala.Di hadapan para penguasa langit, di bawah tatapan Eryndor, di tengah Solthera yang agung, Elara akhirnya mengucapkan sesuatu yang tidak seharusnya diucapkan oleh seorang Dewi Matahari begitu ia sadar dari kegelapan."Aku mencintainya."Sesederhana itu.Namun kata-kata sederhana sering kali menjadi awal dari bencana terbesar.Angin berhenti.Bintang-bintang meredup. Dan jauh di atas sana, sesuatu bergerak, sesuatu yang telah lama mengawasi.Sesuatu yang disebut para dewa sebagai hukum. Bukan makhluk, bukan penguasa. Melainkan aturan yang menjaga keseimbangan dunia, seorang dewi tidak boleh memihak.Seorang matahari tidak boleh memilih satu jiwa dibanding dunia.Namun Elara melakukannya. Dan
Baca selengkapnya