"AELMON!" Suara Elara pecah, tangannya gemetar saat mencoba menyentuh pria yang terbaring di lantai. Namun cahaya keemasan dari luka itu kembali menyala, mendorong jemarinya menjauh.Drap.. drap.. drap...Di luar kamar. Terdengar langkah kaki, terdengar teriakan, terdengar suara pintu yang dibuka dengan kasar.Namun semuanya terasa jauh, sngat jauh. Karena sesuatu sedang retak di dalam dirinya, bukan tubuh dan jiwanya.Melainkan segel yang selama ini menahan ingatan. "Khh..." Elara mencengkeram kepalanya. Rasa sakit meledak, tidak seperti sakit biasa.Melainkan ribuan kenangan yang menghantam bersamaan.Langit...Langit yang bukan Lunaris. Langit yang begitu luas hingga bintang-bintang tampak seperti debu, Istana emas, menara cahaya, lautan awan dan dirinya.Bukan Elara sang manusia, mlainkan seorang penguasa. Seorang dewi, Ratu dari tiga puluh empat dewa dan dewi. Pemimpin dua belas dewa inti, takhta Matah
Read more