Hari ketiga. Lalu hari keempat, kota manusia tetap berjalan seperti biasa. Lampu lalu lintas berganti warna, kereta datang dan pergi. Orang-orang berangkat bekerja, pulang ke rumah, tertawa, bertengkar, jatuh cinta, lalu mengulangi semuanya keesokan harinya.Dunia tidak berhenti hanya karena satu orang menghilang.Namun bagi seseorang—Waktu terasa berjalan jauh lebih lambat.Elara mulai memiliki rutinitas. Pagi hari ia turun membeli sarapan dari kios kecil di seberang jalan, siang hari ia berjalan tanpa tujuan jelas.Malam hari ia kembali ke kamar penginapan, sesederhana itu, dan justru kesederhanaan itulah yang dirindukannya.Tidak ada dewa. Tidak ada ramalan, rapat pack, pertengkaran antara Lira dan Asterion, tidak juga ada Lyra yang memaksa ramuan pahit ke mulutnya.Namun setiap kali melihat pasangan berjalan bergandengan tangan di trotoar—Pikirannya mengembara.Saat melihat seorang pria tinggi membungkuk untuk memasa
Baca selengkapnya