Pagi itu, gedung Mahardika Corporation dipenuhi ketegangan yang bisa dirasakan di udara. Ruang rapat utama di lantai 50, biasanya digunakan untuk acara-acara besar, telah disiapkan untuk rapat pemegang saham darurat yang akan menentukan nasib perusahaan, dan mungkin juga nyawa orang-orang di dalamnya. Alya berdiri di samping Arsen di ruang tunggu sebelum rapat dimulai, mengenakan setelan formal yang dipilihkan khusus untuk hari ini, sesuatu yang memancarkan kekuatan dan ketenangan meski hatinya berdebar kencang. "Kau siap?" Arsen bertanya, tangannya menggenggam tangan Alya erat. "Selama kau di sampingku, aku siap menghadapi apa pun," Alya menjawab dengan tekad yang membara di matanya. Dante mendekat, membawa map berisi seluruh dokumen bukti yang telah mereka kumpulkan. "Semuanya sudah siap, Tuan. Joko sudah berada di ruangan sebelah, siap memberikan kesaksian jika diperlukan. Tim hukum juga sudah bersiaga." "Bagaimana kondisi Se
Read more