Tiga hari berlalu tanpa pergerakan berarti dari Damar Vardian, tapi ketegangan di Mahardika Mansion justru semakin memuncak. Setiap orang di rumah itu berjalan dengan bahu tegang, telinga waspada terhadap suara sekecil apa pun, seolah bencana bisa datang kapan saja tanpa peringatan. Alya menemukan dirinya semakin sering terjaga di tengah malam, dibayangi mimpi buruk tentang foto dirinya yang diambil diam-diam, tentang wajah tak dikenal yang mengawasinya dari kejauhan. Malam ini pun sama, ia terbangun dengan napas terengah, jantung berdebar kencang, keringat dingin membasahi dahinya. Di sampingnya, ranjang kosong. Arsen tidak ada. Ia bangkit, menyambar jubah tidurnya, dan berjalan menyusuri lorong mansion yang sunyi. Ditemukannya cahaya lampu menyala samar dari ruang kerja Arsen. Pintu sedikit terbuka. Ia mengintip, dan yang ia lihat membuat dadanya sesak. Arsen duduk di lantai, punggung bersandar pada sisi lemari, kepala tertunduk, t
Read more