Langkah kaki Alya menggema pelan di lorong panjang, Mahardika Mansion. Lantai marmer yang dingin, terasa lebih sunyi untuk rumah sebesar ini. Tidak ada suara tawa, tidak ada percakapan ringan. Hanya keheningan dan perasaan seperti sedang diawasi. Ia baru saja kembali dati taman belakang, mencoba mencari sedikit udara segar, setelah beberapa jam terkurung di dalam rumah, yang terasa lebih seperti penjara mewah. Namun bahkan di luar, penjaga bersenjata berdiri di setiap sudut. Tidak ada tempat yang benar-benar bebas, Alya menghela napas panjang, berusaha menenangkan pikirannya. Ia menoleh ke arah jendela besar, yang berada di ujung lorong, dan di sanalah ia melihatnya. Bayangan seorang pria, tegak, diam, dan mengawasi. Alya langsung menoleh. Arsen. Pria itu berdiri beberapa meter di belakangnya, mengenakan kemeja hitam dengan lengan digulung gingga siku. Tatapannya tajam, dalam, dan terlalu fokus padanya. Seperti seorang predator yang sedang mengamati mangsanya. "Apa kamu selalu
Last Updated : 2026-05-01 Read more