Terperangkap Nafsu Sang Predator

Terperangkap Nafsu Sang Predator

last updateLast Updated : 2026-04-13
By:  Mentari SenjaOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
6views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Alya menikah demi menyelamatkan ayahnya, sedangkan Arsen menikah demi mengendalikan segalanya. Pernikahan itu seharusnya hanya kesepakatan dingin tanpa cinta, tanpa perasaan, tanpa celah. Namun semakin Alya mencoba membenci suaminya, semakin ia menyadari satu hal yang mengganggu. Arsen tidak hanya mengurungnya dalam mansion mewah, ia melindunginya dari sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Ketika rahasia kematian masa lalu mulai terbongkar, nama ayah Alya terseret dalam darah keluarga Arsen. Dan seseorang mengincarnya sebagai umpan untuk menjatuhkan sang penguasa bayangan. Dalam dunia predator dan pengkhianatan, siapa sebenarnya yang sedang diburu? Karena terkadang, yang terlihat sebagai mangsa, justru itu adalah perangkap paling mematikan.

View More

Chapter 1

Pernikahan Tanpa Pilihan

Hujan turun deras di kota Jakarta, Alya Kirana Prasetyo berdiri di depan cermin ruang rias, yang terasa sunyi bagi hari pernikahannya sendiri.

Gaun putih yang melekat di tubuhnya terlihat begitu indah, mahal, dan sempurna. Tangannya gemetar saat menyentuh veil tipis yang menutupi sebagian wajahnya.

Di luar ruangan, suara para tamu undangan terdengar samar. Musik lembut terdengar mengalun, semua tampak seperti pesta bahagia. Padahal yang sedang terjadi bukanlah pernikahan yang indah, melainkan hanya sebuah transaksi.

Pintu ruang rias terbuka perlahan, Ratna Prasetyo masuk dengan mata sembab, yang berusaha ia sembunyikan.

"Alya," ucapnya dengan suara yang bergetar.

Alya tersenyum tipis, senyum yang lebih mirip dengan sebuah luka. "Ibu tidak perlu merasa bersalah."

Ratna langsung menggenggam tangan putrinya erat, "Ayahmu tidak punya pilihan, mereka telah membuka kembali kasus lama itu. Jika kita tidak menerima lamaran ini..."

"Ayah akan kembali di penjara," Alya melanjutkan kalimat itu dengan begitu tenang.

Keheningan langsung terjadi di antara mereka.

Ratna menunduk, air matanya perlahan mulai jatuh. "Ibu tidak pernah membayangkan, jika hidupmu akan seperti ini."

"Aku juga tidak pernah membayangkannya, Bu."

Namun sejak tiga hari yang lalu, saat surat panggilan hukum itu kembali muncul. Alya sudah tahu, bahwa hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

Nama perusahaan besar itu kembali di sebut, nama yang sudah lama ia hindari. Mahardika Corporation, dan satu nama di atas semuanya.

Arsen Alvero Mahardika.

Pria yang bahkan tidak berusaha menyembunyikan kuasanya, ketika datang ke rumah mereka dua hari yang lalu.

Alya masih mengingat dengan jelas, bagaimana pria itu duduk dengan tenang. Yang berada di ruang tamu mereka, jas hitamnya rapi, dan tatapannya yang begitu dingin.

"Aku bisa menghentikan semua ini," katanya.

Bima Prasetyo menatapnya dengan penuh kebencian, "Apa yang anda jadikan sebagai imbalannya?"

"Putrimu."

Kata itu terdengar begitu singkat dan jelas. Namun Bima seolah ragu untuk memberikan putrinya pada pria itu.

"A-apa ini sebuah pernikahan?" tanya Ratna cepat.

"Ya, kau benar."

Tidak ada ancaman dari ucapannya, namun kekuasaannya sudah cukup untuk menjelaskan semuanya.

Hingga tiba-tiba ketika pintu terdengar dari luar, dan membuat Alya tersadar dari lamunannya. Saat pintu terbuka, terlihat seorang pelayan wanita masuk dengan begitu sopan.

"Apa mempelai wanita sudah siap?"

Ratna mengangguk pelan, dan Alya menarik nafas panjang. Jari-jarinya terlihat mengepal, sebelum akhirnya ia melepaskan kepalan tangannya.

"Baiklah, Alya kau harus siap dengan semuanya," gumamnya pelan.

Karena Alya berpikir hari ini bukan tentang cinta, melainkan demi menyelamatkan keluarganya.

***

Lorong menuju altar terasa panjang, langkah Alya terasa begitu berat. Saat pintu besar terbuka, semua orang langsung menoleh padanya. Sorot lampu. kilatan kamera, wajah-wajah asing yang berbisik kagum.

Di ujung sana, Arsen berdiri menunggu Alya. Tegap, tenang, dan tidak ada senyum di wajahnya. Wajahnya tampan, dan matanya terlihat begitu gelap.

Tatapan mereka akhirnya bertemu, dan Alya merasakan sesuatu yang aneh, bukan cinta ataupun benci. Melainkan kesadaran bahwa pria itu benar-benar memegang kendali.

Tak lama Arsen langsung mengulurkan tangannya, Alya menatap tangan itu cukup lama. Hingga akhirnya Alya menyambut tangan itu, sentuhan yang hangat, kuat, dan pasti.

"Terima kasih, karena kamu sudah mau datang," ucap Arsen dengan begitu dingin.

"Seolah aku mempunyai sebuah pilihan," jawab Alya lirih.

Arsen tersenyum tipis, "Pilihan akan selalu ada. Hanya saja... resikonya berbeda."

Prosesi pernikahan pun di mulai, janji suci telah terucap dari pihak Arsen. Ketika tiba giliran Alya, suaranya terdengar gemetar, namun ia tetap menyelesaikannya.

Tanda tangan di lakukan, tepuk tangan dari para tamu terdengar menggema. Dan dalam hitungan menit, Alya resmi menjadi istri dari Arsen Alvero Mahardika.

Sebuah pernikahan tanpa cinta, kepercayaan, dan tanpa tahu permainan apa yang sedang ia masuki.

Malam itu mobil hitam panjang berhenti di depan sebuah mansion megah, yang berada di kawasan elit Jakarta Selatan. Bangunan itu menjulang tinggi. dengan lampu taman yang begitu indah. Bahkan itu lebih mirip benteng dari pada rumah.

Mahardika Mansion.

Rumah baru Alya, atau mungkin sebuah sangkar baru baginya.

Arsen turun lebih dulu, lalu membuka pintu untuk Alya. Gestur tubuh yang sopan, yang begitu kontras dengan aura yang ia miliki.

"Selamat datang," ucapnya tenang.

Alya turun tanpa menyentuh tangannya, ia menatap bangunan itu lama. "Ada berapa banyak orang yang bersenjata di dalam rumah ini?" tanyanya datar.

Arsen menoleh sedikit, "Tidak banyak, tapi cukup untuk memastikan kau tetap hidup."

"Aku tidak meminta perlindungan."

"Tapi aku akan memberikannya."

Mereka pun masuk ke dalam, interior mansion itu terlihat begitu luas. Dengan dominasi warna gelap dan juga emas.

Beberapa pria berjas berdiri di setiap sudut ruangan, tatapan mereka begitu tajam. Alya bisa merasakan dengan jelas, bahwa ia bukan hanya sekedar istri. Melainkan, ia adalah bagian dari sistem keamanan, dari sebuah permainan.

Arsen berjalan di sampingnya, langkahnya begitu tenang. "Lambat laun kau akan terbiasa tinggal di rumah ini," katanya tanpa menoleh.

Alya tersenyum sinis, "Tapi aku tidak ingin tetap terbiasa di rumah ini, rumah ini..."

"Kita lihat saja nanti," potong Arsen cepat.

Mereka akhirnya berhenti di depan sebuah pintu besar, yang berada di lantai dua. Saat Arsen membuka pintu itu, seketika langsung terlihat sebuah kamar yang begitu luas, dengan jendela tinggi dan tirai yang terlihat begitu gelap.

"Ini adalah kamar kita berdua," ucap Arsen.

Kata itu langsung membuat jantung Alya berdegup dengan cepat, "Ka-kamar kita?"

Arsen langsung bisa melihat ada sebuah ketegangan dalam diri Alya, "Aku tidak akan pernah menyentuhmu, sebelum kau benar-benar siap."

"Sampai kapan pun, kau tidak akan pernah menyentuhku, sedikitpun."

Tatapan Arsen berubah sedikit lebih tajam, "Alya, aku memang menikahimu, tapi bukan untuk menyakitimu."

"Lalu untuk apa kau menikahiku?"

"Hanya untuk memastikan, bahwa kau tetap berada di tempat yang bisa aku kendalikan."

Jawaban jujur itu lebih menyesakkan dari pada sebuah kebohongan.

"Tapi aku bukan sebuah pion," bisik Alya lirik.

Arsen tersenyum sinis, "Kau tahu, semua orang adalah sebuah pion bagi permainan yang lebih besar. Pertanyaannya hanya satu, kau ingin menjadi pion, atau menjadi seorang pemain?"

Kalimat itu membuat Alya menatap Arsen dengan tajam, dan untuk pertama kalinya, ia melihat sesuatu yang lain dalam diri pria itu.

Kewaspadaan.

Seolah ia sedang menghadapi sebuah ancaman yang nyata.

"Jika aku menemukan bukti, bahwa kau telah menjebak ayahku," ucapnya. "Aku tidak akan tinggal diam."

Arsen menatapnya begitu dalam, "Itu sangat bagus. Karena aku tidak suka wanita yang pasrah dan lemah."

Seketika suasana kamara terasa hening kembali, hujan di luar masih turun. Mengetuk kaca jendela seperti irama perang yang baru saja akan di mulai.

 Alya sadar akan satu hal, ia memang menikah untuk menyelamatkan ayahnya. Namun ia mungkin baru saja masuk, ke dalam konflik yang jauh lebih besar dari sekedar kasus lama.

Arsen bukan pria kaya yang haus akan kekuasaan, tetapi ia seperti sedang memburuk sesuatu. Dan entah bagaimana, nama keluarga Alya, ada di dalam daftar buruannya.

Arsen berbalik, dan melangkah menuju pintu. "Istirahatlah. Besok kau akan mulai memahami dunia yang sedang kau masuki sekarang."

"Dan jika aku tidak ingin memahaminya?" tanya Alya.

Arsen berhenti tanpa menoleh, "Asal kau tahu, bahwa dunia ini tidak peduli akan keinginanmu."

Setelah berkata seperti itu, pintu tertutup dengan pelan. Dan Alya berdiri sendirian, di tengah kamar yang begitu luas itu. Ia melepas veil dari kepalanya, gaun putih itu terasa lebih berat dari sebelumnya.

Di luar hujan turun semakin deras, dan di dalam mansion itu, pernikahan ini bukan akhir dari segalanya. Ia adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih gelap.

Alya menatap bayangannya di cermin, ia mungkin di paksa menikah dan di jadikan bagian dari strategi. Namun satu hal yang pasti, ia tidak akan menjadi mangsa yang diam.

Karena jika Arsen Mahardika adalah seorang predator, maka ia akan belajar menjadi sesuatu yang bahkan seorang predator pun, tidak bisa mengendalikannya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status