Suasana di ruang pertemuan rahasia, di lantai bawah tanah Mahardika Corporation terasa berbeda. Tidak ada meja kerja yang rapi, tidak ada dokumen resmi, dan tidak ada bau kertas tinta. Yang ada hanyalah udara yang tebal beraroma asap cerutu, whiskey mahal, dan kewaspadaan yang begitu mencekam.Di tengah ruangan yang remang-remang itu, Arsen duduk di kursi besar yang terbuat dari kulit hitam. Ia bersandar santai, satu kaku disilangkan di atas kaki lainnya, dengan memegang gelas kristal berisi cairan berwarna kuning keemasan. Tatapannya dingin, menelusuri setiap wajah pria-pria yang berjejer di hadapannya. Para bos wilayah, pemimpin geng, dan mitra bisnis yang tahu betul bahwa di sini, hukum yang berlaku bukan hukum negara, melainkan hukum kekuasaan.Alya berdiri di belakang, di samping Dante yang berdiri tegak seperti patung penjaga. Ia dipaksa ikut malam ini, bukan karena diundang, tapi karrna Arsen ingin ia melihat. Ingin ia tahu persis siapa pria yang dinikahinya. "Jadi kalian ing
Última actualización : 2026-06-05 Leer más