Archer menatap Davien dengan mata yang nyaris melompat keluar. Bau amis darah meluap dari kerongkongannya setiap kali dada tua itu mencoba menyedot udara. "K-Ketua..." bisik Archer, suaranya tertahan oleh darah yang menyumbat mulutnya. "Ketua... Teratai Hitam sendiri... yang memberi perintah...""Terimakasih," desis Davien, memperberat sedikit tekanan kakinya di dada Archer.KRAKK!"Arghh!" Archer menjerit tertahan, matanya makin membelalak histeris.Tanpa belas kasihan, Davien menghentakkan kakinya lebih dalam hingga melesakkan dada Archer, membuat patahan tulang rusuk menusuk jantung pria tua itu. Kepala Archer terkulai ke samping, matanya mendelik kaku menatap langit malam yang kelam.Davien menarik kakinya, menyapu pandangan ke arah satu-satunya anggota Teratai Hitam yang tersisa di sudut taman. Pria itu gemetar hebat di atas aspal yang basah oleh air seninya sendiri, tak sanggup berdiri apalagi melarikan diri."Pulanglah," ucap Davien, suaranya terdengar datar namun bergema bag
اقرأ المزيد