Maya berbalik, keningnya berkerut. "Dia bersamaku. Dia memiliki izin khusus dari Keluarga Pratama untuk menjagaku di manapun.""Mohon maaf, Nona Pratama. Ini adalah kediaman Keluarga Barata, bukan Keluarga Pratama. Standar keamanan kami berbeda. Tanpa undangan, pria ini tidak bisa lewat," penjaga lainnya menimpali, suaranya sedikit lebih keras hingga menarik perhatian beberapa tamu lain yang mulai berbisik-bisik."Lihat itu, Nona Pratama membawa pemuda simpanan?" bisik seorang wanita sosialita di belakang mereka."Mungkin saja. Wajahnya tampan, tapi kelihatannya dia tidak punya latar belakang keluarga yang jelas," sahut yang lain.Mendengar bisikan itu, tangan Davien mengepal di samping tubuhnya. Ia bisa mentoleransi hinaan terhadap dirinya, tapi ia tidak suka jika reputasi Maya ikut terseret."Dengar," ucap Davien, suaranya rendah namun mengandung tekanan yang membuat udara di sekitar pintu masuk terasa sedikit berat. "Tugasku adalah memastikan keselamatannya. Jika aku tidak masuk, m
Read more