Chloe melipat bibir mendengar pertanyaan yang meluncur begitu saja dari bibir Arley. Detik berikutnya, semburat merah menghiasi kedua pipinya. Mencoba untuk tenang, Chloe menatap Arley yang menunggu balasan darinya."T-terima kasih, Arley," ucap Chloe dengan suara pelan, berusaha mengalihkan pandangannya dari tatapan intens Arley.Arley menaikkan satu sudut alisnya, berpura-pura tidak puas dengan respons singkat itu. "Hanya itu? Setelah semua yang aku lakukan, mulai dari tertabrak truk di masa kuliah sampai menerobos kobaran api hari ini, kamu hanya mengucapkan dua kata itu?" Chloe menggigit bibir bawahnya, dia menatap Arley dengan bingung sekaligus gugup. "Lalu ... kamu mau minta apa?"Arley tidak langsung menjawab. Sepasang matanya yang gelap mendadak berubah menjadi sangat lembut, dia menatap ke dalam manik mata Chloe dengan ketulusan yang tak bisa disembunyikan lagi. Arley semakin mengikis jarak di antara mereka, hingga Chloe bisa merasakan embusan napas hangat pria itu."Bagai
Read more