Sembilan bulan kemudian.Chloe duduk santai di kursi kayu taman samping rumah, membiarkan hangatnya sinar matahari pagi menerpa kulitnya. Di sampingnya, Arley duduk bertumpu pada satu lutut, telaten memijat bagian bawah punggung Chloe yang belakangan ini kerap terasa pegal dan tegang setelah kandungan Chloe semakin besar.Chloe mengusap perutnya yang sudah membuncit sempurna. Di kehidupan sebelumnya, dia bahkan tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk melihat buah hatinya terlahir ke dunia. Namun kini, jemari Chloe bisa merasakan dorongan kecil dari dalam perutnya. Ada keyakinan dan antusiasme luar biasa yang membuncah di dadanya untuk menyambut kelahiran bayi ini bersama Arley."Aku mau melahirkan secara normal," ujar Chloe pelan, memecah keheningan di antara mereka.Gerakan tangan Arley di pinggang Chloe mendadak terhenti. Dia menatap istrinya dengan dahi berkerut. "Tidak. Kita pilih prosedur cesar saja.""Kenapa? Proses pemulihan melahirkan normal jauh lebih cepat, Arley." Chloe
Ler mais