Belum sempat Lin Ya Fei bereaksi, tubuhnya sudah diseret melewati sisi belakang tenda besar yang gelap dan sepi. Punggungnya membentur tumpukan jerami cukup keras, tapi tak sama sekali menyakitkan. Dan bertepatan dengan dia mengangkat pandangan, matanya langsung jatuh ke sosok Huza Ergen. Pria itu menahan kedua sisi jerami di samping tubuh Lin Ya Fei, membuat jarak mereka begitu dekat, alhasil keduanya kembali saling berpandangan. Cahaya api dari kejauhan memantulkan garis wajah tegas pria barbar itu. Mata tajamnya menunduk lurus ke arah Lin Ya Fei tanpa berkedip sedikit pun. Untuk sepersekian detik, suasana mendadak hening. Lin Ya Fei langsung memasang ekspresi pura-pura panik. Bahunya sedikit menegang, seolah benar-benar ketakutan berada dalam posisi terpojok seperti ini. Kendati demikian, bibirnya tetap tertutup rapat tanpa suara. Sementara itu, Huza Ergen memandang wajah wanita itu lama sekali. Dan semakin lama diperhatikan, semakin kuat rasa familiar yang mengganggu
Last Updated : 2026-05-29 Read more