Malam itu, di saat Kimmy terus menatap layar ponselnya yang bisu menanti telepon yang tak kunjung datang, Reyner justru sedang melakukan video call dengan Lana. Debby sudah tertidur pulas di sampingnya, memberikan ruang bagi keduanya untuk bicara lebih leluasa. "Kenapa tidak dari tadi kamu memberitahuku, hah?!" Reyner mendengus kasar, gurat kekesalan tampak jelas di wajahnya melalui layar ponsel. "Aku... aku hanya tidak ingin merusak fokus kerjamu, Rey. Maafkan aku. Kupikir, lebih baik aku bicara saat kamu sudah selesai bekerja saja," sahut Lana pelan. Ada sedikit nada gentar dalam suaranya. Ia tahu betul Reyner bisa menjadi sangat emosional dan impulsif jika menyangkut keselamatannya. Lana meremas ujung selimutnya, mencoba membaca ekspresi suaminya yang masih tampak tegang. Di seberang sana, Reyner mengusap wajahnya dengan kasar, berusaha meredam amarah yang sempat meledak karena rasa khawatir yang berlebihan. "Lana, dengar. Pekerjaanku tidak ada apa-apanya dibandingkan kesela
Magbasa pa