"Kamu sebaiknya menginap di rumahku saja, Lana. Ada Mas Leon dan Debby di sana. Oh ya, Debby baru saja masuk playgroup, lho," tawar Tiara lembut sambil menyodorkan susu hamil ke hadapan adik iparnya.Lana menghela napas, menyandarkan punggungnya ke kursi makan. "Masalahnya, aku ini bawaannya mengantuk terus, Kak, sejak hamil. Tidak enak saja kalau di rumahmu kerjanya cuma makan, tidur, dan buang air saja... seperti kucing."Tiara tertawa renyah mendengar keluhan itu, lalu mengusap bahu Lana untuk menenangkan rasa sungkannya."Namanya juga ibu hamil, Lana. Tidak apa-apa, yang penting kamu aman dan tidak sendirian di apartemen sebesar ini.""Sambil menunggu suamimu menjemputmu dan kita membicarakan rencana penggerebekan tempat spa milik Garry itu, sebaiknya—" Kalimat Tiara terputus oleh dering nyaring ponselnya."Halo, Sayang? Ini ada Aunty Lana. Mama sudah coba bujuk, tapi belum berhasil. Coba Debby yang bicara sendiri, ya," ujar Tiara ser
Baca selengkapnya