เข้าสู่ระบบBagi Rey, Lana hanyalah pelampiasan dari pernikahan yang tidak ia inginkan. Namun malam itu, di bawah temaram lampu kamar, pertahanan Rey runtuh total. "Sial, kau benar-benar membuatku hilang kendali, Lan," bisik Rey, ambruk di ceruk leher Lana yang basah oleh keringat. Lana tersenyum penuh kemenangan. "Aku bilang juga apa? Di rumah denganku jauh lebih menyenangkan." Rey tidak sadar bahwa di balik gairah itu, ada sebuah rahasia yang sengaja Lana sembunyikan yaitu sebuah koyakan kecil pada pengaman yang akan mengubah garis hidup mereka selamanya. "Diamlah. Jangan membuatku menyesal karena telah membatalkan janji malam ini." Rey tidak tahu, bahwa pembatalan janji malam itu adalah awal dari kehancuran dunianya—atau mungkin, awal dari pengabdiannya yang paling dalam pada sang istri yang ia remehkan.
ดูเพิ่มเติมTepat tengah malam, taksi mengantarnya sampai di depan rumah. Rey membuka pintu dengan kunci yang dibawanya. Ruangan tampak tenang, lampu di ruang utama sudah mati, hanya menyisakan cahaya redup yang menciptakan suasana syahdu. Biasanya ia sendiri, namun kini ada seorang wanita di rumah ini.Sayup-sayup terdengar lantunan ayat suci Al-Qur'an dari kamar istrinya "Lana?" batinnya. Suara itu terdengar begitu merdu di telinganya.Rumi mendekat tanpa suara, lalu mendorong sedikit pintu kamar yang tidak tertutup rapat. Dari celah sempit itu, ia terpaku melihat Lana yang masih mengenakan mukena putih bersih, duduk bersimpuh menghadap kiblat dengan sebuah mushaf di pangkuannya.Ada kontras yang menghantam batin Rey; wanita yang beberapa jam lalu bergulat dengan gairah dan amarah bersamanya, kini tampak begitu tenang dan suci dalam balutan doa.Getaran suara Lana saat melantunkan ayat demi ayat membuat langkah Rey tertahan. Ia yang tadinya berniat masuk untuk bersikap dingin, justru terdiam di
"Serius kebutuhan biologis? Bukan karena ada ketertarikan?" selidik Kimmy. "Lihat, dia menamparku keras sekali hanya karena aku punya kunci rumahmu. Ini sakit sekali," ucap Kimmy dengan nada manja dan dramatis.Rey mengusap wajahnya kasar, lalu menarik dagu Kimmy untuk memeriksa bekas tamparan itu. "Berhenti merengek, Kim. Aku akan memberinya pelajaran nanti. Sekarang, biarkan aku tenang sejenak tanpa ocehanmu.""Memberi pelajaran pada Lana? Kau akan menghajarnya untukku?"Rey menatap Kimmy dengan tatapan dingin yang sulit diartikan. "Jangan konyol. Menghajar wanita bukan gayaku, tapi aku punya cara lain untuk mendisiplinkannya.""Lekas habiskan minummu, aku akan mengantarmu ke apartemen.""Kau jadi menginap, kan? Besok kan Minggu. Ayolah, Rey," harap Kimmy sekali.Rey meletakkan gelasnya dengan tegas, lalu berdiri tanpa keraguan. "Tidak bisa, Kim. Aku harus pulang sekarang sebelum keadaan di rumah semakin kacau.""Tapi kamu tidak bawa mobil mend—"Rey memotong cepat. "Aku bisa naik t
Keputusan Rey untuk lebih memilih santapan batin daripada sekadar ragawi terbukti tepat. Suasana kamar kian memanas saat ia terus mengganti posisi hingga ke side-lying dari belakang. Rey terus menghujamkan miliknya dengan ritme yang dalam, sementara kedua tangannya memeluk erat tubuh sang istri dari belakang, seolah tak ingin membiarkan ada celah sedikit pun di antara mereka.Satu tangan kokohnya menangkup dada Lana dengan posesif memberi remasan lembut dan memilin, sementara tangan lainnya turun memberikan rangsangan intens pada area intim Lana.Sentuhan yang ahli itu membuat Lana melengkungkan punggung, meremas sprei dengan napas yang terputus-putus. Sensasi gempuran dari belakang dan stimulasi di depan menciptakan gelombang kenikmatan yang nyaris tak tertahankan bagi Lana.Tak puas dengan posisi itu, Rey beralih ke gaya konvensional, misionaris. Ia memberikan stimulasi intens disertai ciuman panas dengan lidah yang saling membelit. Tatapan mata keduanya terkunci rapat, menciptakan
Lana melangkah mendekat, memangkas jarak hingga aroma parfumnya yang lembut mulai mengusik Rey. Ia merapikan kerah jaket kulit suaminya dengan gerakan perlahan yang disengaja."Temani aku makan malam ini saja, Rey. Aku sudah membeli bahan makanan. Jika masakanku tidak enak, kau boleh pergi dan aku tidak akan melarangmu lagi menemui siapa pun malam ini," bisiknya dengan tatapan amber yang mengunci netra Rey.Rey tertegun, merasakan desiran aneh saat jemari Lana menyentuh dadanya. "Hanya makan malam, setelah itu jangan harap aku akan tetap tinggal di sini.""Lebih dari sekadar makan malam juga boleh, Kenapa tidak? kita sudah sah sebagai suami istri. Kau bisa memakai benda itu agar aku tidak hamil," goda Lana sambil menunjuk karet pengaman di atas meja marmer dengan kerlingan nakal.Suasana di dapur yang tadinya tegang mendadak berubah panas. Lana sengaja memancing Rey, namun Ia tidak menggunakan kemarahan, melainkan pesona dewasanya yang sulit diabaikan.Rey menarik pinggang Lana hingga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.