LOGINBagi Reyner, Lana hanyalah pelampiasan dari pernikahan yang tidak ia inginkan. Namun malam itu, di bawah temaram lampu kamar, pertahanan Rey runtuh total. . . "Sial, kau benar-benar membuatku hilang kendali, Lan," bisik Rey, ambruk di ceruk leher Lana yang basah oleh keringat. . . Lana tersenyum penuh kemenangan. "Aku bilang juga apa? Di rumah denganku jauh lebih menyenangkan." . . Rey tidak sadar bahwa di balik gairah itu, ada sebuah rahasia yang sengaja Lana sembunyikan yaitu sebuah koyakan kecil pada pengaman yang akan mengubah garis hidup mereka selamanya. . . "Diamlah. Jangan membuatku menyesal karena telah membatalkan janji malam ini." . . Rey tidak tahu, bahwa pembatalan janji malam itu adalah awal dari kehancuran dunianya—atau mungkin, awal dari pengabdiannya yang paling dalam pada sang istri yang ia remehkan. info karya & visual di Ig-Tiktok @vanillaicecreamm2025 ya
View MoreSore itu, Lana duduk di ruang kerjanya yang berpenerangan redup, menatap layar monitor yang menampilkan real-time log activity dari sistem logistik perusahaan Reyner. Di sudut bibirnya, tersungging senyum tipis yang dingin saat melihat akun bernama "Mitha_Admin" baru saja melakukan perubahan status pada manifes pengiriman bernomor fiktif yang sengaja ia siapkan."Kena kau," bisik Lana sambil tersenyum miring.Ternyata, pengiriman bahan mentah dari Afrika besok pagi hanyalah umpan. Berlian-berlian asli itu sudah aman berada di gudang rahasia Lana sejak dua hari lalu melalui jalur logistik pribadi yang tidak diketahui siapa pun. Dokumen yang sengaja ia biarkan "terbuka" di meja Reyner tadi pagi adalah jebakan fiktif dengan nilai asuransi yang sengaja digelembungkan untuk memancing kerakusan dan kelicikan Mitha.Lana meraih ponselnya, lalu melakukan panggilan singkat. "Dante, umpan sudah dimakan. Siapkan tim hukum dan pastikan orang-orang di Bea Cukai
Di kantornya, Reyner mulai jengah saat Mitha terus memanggilnya "Mas" sejak identitas wanita itu sebagai adik tiri Lana terungkap. "Mitha, jaga profesionalisme kerja saat di kantor meski hanya ada kamu dan saya. Panggil Pak! Kamu paham tidak? Sudah berapa kali saya ingatkan?" Mitha mengerucutkan bibirnya, lalu mendekat ke meja Reyner dengan tatapan manja. "Galak sekali, Pak. Apa ini karena Kak Lana? Padahal dulu Bapak tidak keberatan." Reyner langsung berdiri, menciptakan jarak tegas saat Mitha mulai melangkah terlalu dekat. Ia merasa muak dengan gelagat wanita di depannya ini. "Segera verifikasi kiriman bahan mentah milik *L'Aura by Lana*. Kamu tahu, kan? Bisnis istriku adalah prioritas utama. Jangan sampai tertukar dengan dokumen manifes lainnya," perintah Reyner. Mitha tersenyum masam, tatapannya menyiratkan rasa tidak suka yang terpendam. "Tentu, Pak. Sudah diproses. Kalau begitu, saya permisi
Siang itu, setelah rapat selesai, Lana kembali ke ruangannya dan Dante telah menunggunya."Aku mengajakmu makan siang, apa kau keberatan? Maaf aku tidak mengabarimu, Lan."Lana tersenyum tipis sambil merapikan berkasnya. "Tentu, Dante. Kebetulan aku butuh suasana baru untuk membicarakan progres suplier Eropa. Mari, aku yang tahu tempat tenang di dekat sini."Di keheningan mobil Range Rover Dante, hanya terdengar sayup-sayup lagu dari platform musik. Lana sedang mengisi daya ponselnya saat sebuah pesan masuk muncul di fitur pop-up aplikasi hijau dari Kimmy."Lana, baru saja kukirim ya uang jajan untuk Eden. Btw makasih sebelumnya."Dante sempat membaca sekilas pesan itu. "Kimmy? Kimmy Cassandra?""Kamu kenal, Dante?" tanya Lana."Tidak terlalu. Dia dulu dekat dengan Reyner, kan? Mantan pacar Reyner?""Bukan, teman saja," jawab Lana singkat."Kau yakin? Mereka lengket sekali lho, seperti sepasang kek
Lana berbalik, menghadap tepat ke arah Reyner. Ia melangkah satu langkah lebih dekat, memangkas jarak di antara mereka hingga aroma parfumnya yang elegan memenuhi indra penciuman suaminya. "Mas, aku dan Dante hanya bertemu sesekali dalam seminggu, itu pun di jam kerja. Dia investorku, dan kami sangat profesional. Tolong jangan mulai lagi," ucap Lana sambil menatap lurus ke dalam manik mata Reyner. "Aku sedang berusaha mengedepankan logika, padahal hatiku sebenarnya jauh lebih cemburu melihat kamu yang setiap hari berinteraksi dengan Mitha." Lana menjeda kalimatnya, memberikan penekanan pada setiap kata yang keluar. "Di sini seharusnya aku yang marah karena kamu sudah melakukan pengkhianatan kecil soal kontrak itu. Aku harap kamu bisa segera meninjau ulang keputusannya." Rahang Reyner mengeras mendengar istilah 'pengkhianatan kecil' yang dilemparkan Lana. Ia merasa seperti terdakwa di rumahnya
"Sini, sambil tiduran," ajak Lana sembari menarik lengan Reyner untuk berdiskusi santai. "Kamu ada modal berapa? Aku punya uang hasil kerjaku selama lima tahun jadi pialang, atau mobilku saja yang dijual. Kebetulan apartemenku juga mau aku kosongkan untuk disewakan, lumayan untuk tambah moda
"Mas, kamu ini! Masih saja main perempuan. Aku ini sedang mengandung anakmu, lho!" protes Kimmy sengit. "Mati-matian aku di sini menghadapi Reyner agar dia tunduk, tapi dia malah makin patuh pada istrinya. Eh, kamu sebagai bapak biologisnya malah tidak ada pedulinya sama sekali pada adik ang
"Aku... aku memata-matai kalian, Rey," jawab Kimmy akhirnya dengan suara pelan. "Memata-matai? Bagaimana caranya?" cecar Reyner, tidak puas dengan jawaban menggantung. "Itu pun tak penting, mana mungkin aku membeberkan pada kalian? Aku tidak bisa tenang di Jakarta sementara tahu suamiku sedang a
"Darimana kau tahu alamat Reyner di sini? Perasaan tak satu pun keluarga Papa Julian tahu letak persisnya. Kau memata-matai kami, ya? Dan apa tujuanmu kemari? Kau lupa, ya, kalau tidak ada bonding apalagi hubungan fisik dengan Rey?" desak Lana telak.Kimmy menyesap es tehnya perla






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore