Lana menyentuh lengan ayahnya lembut, mencoba menutupi kecanggungan suaminya dengan senyum tipis. "Terima kasih, Papa. Hadiah ini sangat berarti bagi awal pernikahan kami ini."Setelah berpamitan, Lana menarik kopernya dengan susah payah. Ia yang mengenakan gamis pengantin panjang berwarna putih itu tampak sangat kesulitan melangkah.Leon yang peka langsung mengambil alih koper tersebut. "Dasar tidak peka! Jika kau tidak suka pada adikku, setidaknya bantulah dia sedikit. Bagaimana kalau Lana sekarang sedang hamil?""Mas Leon, sudahlah," bisik Tiara sambil menggendong putri kecilnya, Tracy, dan menepuk bahu sang suami agar lebih bisa menahan diri.Di dalam mobil, suasana terasa hening dan canggung. Lana hanya menatap ke luar jendela. Ia tidak bertanya ke mana Rey akan membawanya, yang ia tahu, Reyner sudah memiliki rumah sendiri di perbatasan Jakarta-Bogor.Tiba-tiba Lana ingin memastikan sesuatu. "Rey, kamu benar tidak membolehkan aku kerja?""Kau sudah tahu jawabannya.""Tapi, Rey...
Last Updated : 2026-03-09 Read more