Reyner tertawa kecil, lalu sengaja menutup hidungnya dengan gerakan dramatis. "Nanti aku ceritakan semua detailnya di dalam mobil. Sekarang, lebih baik kamu mandi dulu, Sayang. Aromamu sudah mulai asam, lho."Lana membelalakkan mata, refleks mengangkat kedua tangannya untuk mencium aroma ketiaknya sendiri. "Masa, sih? Perasaan tadi pagi sudah pakai deodorant!""Cepat mandi, Nyonya Reyner. Aku tunggu di ruang tamu. Jangan sampai restoran penuh karena kita terlambat hanya karena kamu terlalu lama memastikan bau badanmu sendiri," goda Reyner sambil menepuk pelan puncak kepala istrinya.Lana mengenakan dress cantik yang nyaman, sementara Reyner tampil serasi dengan kemeja dan celana kasual bernuansa earth tone. Saat berjalan menuju lift, Lana melirik suaminya dengan tatapan menuntut. "Janji ya cerita, awas kalau tidak," ancamnya manja."Iya, Sayang," sahut Reyner lembut sembari merangkul bahu Lana lebih erat, seolah tak ingin membiarkan jarak sed
Baca selengkapnya