Malam itu, suasana di ruang makan keluarga Wijaya yang biasanya hangat, penuh tawa, dan penuh cerita, hari ini terasa begitu beku, sunyi, dan mencekam hingga sulit untuk bernapas. Hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu yang sesekali bersentuhan dengan piring keramik. Tidak ada obrolan ringan. Tidak ada canda tawa seperti biasanya. Udara terasa berat dan penuh dengan tekanan yang tak terlihat. Di satu sisi meja panjang itu, duduk Reza dan Rafi. Wajah mereka berdua datar, serius, dan sulit ditebak. Mereka tampak begitu kompak, menyatu dalam satu kesepahaman rahasia yang tidak diketahui orang lain. Di sisi berlawanan, Aisyah duduk dengan wajah yang murung dan cemberut. Matanya sesekali melirik curiga dan kesal ke arah ayah dan adiknya. Belakangan ini, mereka berdua terlihat sangat misterius, sering berbisik-bisik, dan seolah-olah sedang merencanakan sesuatu di belakangnya. Kalia, sang ibu, duduk di tengah, bisa merasakan jelas sekali ketegangan yang mengudara. Dia mencoba
최신 업데이트 : 2026-05-02 더 보기