Pagi harinya, matahari bersinar lebih terang dari biasanya. Tapi bukan cuma karena cuaca, tapi karena suasana di meja makan keluarga Wijaya pagi itu terasa sangat berbeda. Udara yang selama ini terasa kaku, dingin, dan penuh ketegangan. Kini perlahan berganti menjadi hangat dan tenang. Aisyah duduk di tempat biasa. Tapi kali ini, dia tidak lagi memasang wajah datar atau mengabaikan keberadaan Rafi. Saat Rafi menarik kursi dan duduk di hadapannya. Aisyah perlahan menoleh. Dan di bibirnya terukir sebuah senyum tipis. Bukan senyum palsu. Bukan senyum sinis. Itu adalah senyum yang tulus, lembut, dan penuh makna. Rafi tersentak kaget melihatnya. Jantungnya berdegup kencang, tapi kali ini bukan karena takut atau marah. Melainkan karena rasa lega yang luar biasa. Dengan ragu tapi bahagia, Rafi pun membalas senyum itu. "Pagi, Kak," sapa Rafi pelan, suaranya terdengar lembut. "Pagi, Fi," jawab Aisyah dengan nada yang jauh lebih lembut dari sebelumnya. "Makasih ya, buat datanya kemaren.
최신 업데이트 : 2026-05-04 더 보기