...Saat membuka mata lagi, aku mendapati diriku terbaring di ranjang rumah sakit. Saat itu dokter kebetulan baru saja selesai memeriksaku."Nggak ada masalah besar. Setelah infus botol ini habis, kamu sudah boleh pulang."Melihat dokter itu, kepalaku tiba-tiba berdenyut sakit. Aku segera teringat sesuatu, buru-buru menarik lengan bajunya dan bertanya dengan cemas,"Dokter, apa di sini ada pasien bernama Marcus? Bagaimana keadaannya?""Dan kakaknya, Victor, dia baik-baik saja, 'kan?"Dokter menatapku dengan penuh simpati, lalu menepuk bahuku dengan tak berdaya."Victor sudah meninggal saat dibawa ke sini. Turut berdukacita.""Sedangkan Marcus, sebelumnya satu kakinya sudah terluka. Setelah ledakan itu, kaki lainnya yang masih baik juga rusak.""Lukanya terlalu parah, kami juga nggak bisa berbuat banyak. Mulai sekarang dia hanya bisa hidup dengan kursi roda. Kalau kamu punya waktu, cobalah lebih sering menemaninya dan menyemangatinya."Setelah berkata demikian, dokter pun berbalik dan p
続きを読む