Kedua pria itu saling pandang, ragu sejenak.Namun hanya sesaat.“Udah, tabrak aja kalau perlu,” gumam salah satu dari mereka pelan. Alvaro masih diam.Mesin motornya meraung rendah, stabil.Seolah menunggu. Pria di depan itu melangkah lebih dekat, rahangnya mengeras.“Gue gak punya waktu buat main-main. Minggir sekarang.”Alvaro sedikit menundukkan kepalanya, lalu menggeleng pelan.“Gue juga.”Jawaban singkat itu membuat suasana langsung berubah. Pria itu memberi kode.Dalam hitungan detik, satu orang langsung menyerang. Alvaro bergerak cepat, menepis tangan lawan lalu mendorongnya hingga terhuyung ke samping mobil.“Brengsek!” maki pria lainnya, ikut maju.Di kejauhan, mobil Aurel sudah semakin jauh.Dan di jalan yang mulai sepi itu, pertarungan benar-benar dimulai.“Cepat beresin dia!” teriak salah satu dari mereka. Alvaro menarik napas pelan.“Gak akan semudah itu.” salah satu pria itu membawa pipa besi lalu mengayunkannya ke arah Alvaro tapi dengan cepat dia menangkapnya lalu men
Last Updated : 2026-04-07 Read more