Alvaro melepas cengkeramannya kasar, napasnya memburu. “Kalau dia kenapa-kenapa…”Rama hanya tersenyum tipis. “Pergi. Selamatkan kalau bisa.”Alvaro berbalik tanpa ragu, langkahnya cepat keluar ruangan. Ponselnya bergetar lagi.“Var, gue kirim lokasi… cepet!” suara Bima panik.Alvaro menatap layar, rahangnya mengeras.“Ini jebakan,” bisik Darian.“Gue tahu,” balas Alvaro pelan, langkahnya makin cepat.Ia berhenti sejenak di lorong, lalu menarik napas dalam.“Kalau ini permainan lo, Rama…” gumamnya.Matanya berubah tajam.“Gue yang bakal nentuin akhirnya.”Tanpa pikir panjang Alvaro melajukan motornya ke alamat yang dikirimkan Bima. “Aku yakin Rama hanya ingin mengujimu, dia ingin kau memasuki permainannya,” Ucap Darian di kepala Alvaro. “Gue tahu, tapi bukan berarti keluarga Bima yang diganggu. Mereka gak tahu apa-apa,” Kata Alvaro sambil melajukan motornya. “Tetap tenang… jangan emosi,” Bisik Darian. “Gue gak bisa tenang… ini udah keterlaluan,” balas Alvaro, gas di tarik lebih da
Last Updated : 2026-03-24 Read more