Kini, semua mata menatap meja di mana Damien dan Melody berada. Melody yang langsung merespons tatapan itu dengan senyum dan anggukan kepala. Sementara Damien tetap bersikap datar.Pengumuman itu sebenarnya tidak berlebihan. Tetapi, ternyata efeknya cukup besar dirasakan, terutama bagi Melody.Saat acara ramah tamah, banyak yang mendekati Melody. Ia jadi merasa tidak enak hati pada Dyna karena mengambil perhatian para tamu.“Honey, keluar sebentar, yuk.” Melody berbisik sambil mengendik pada balkon luar.Damien mengangguk. Ia berbisik di telinga Dyna, lalu menggenggam tangan Melody keluar dari ruangan.“Aku lihat Silvia tadi keluar saat Burke sedang sambutan.” Melody langsung melapor.“Biarkan saja.”“Kapan kita bisa pulang?” Melody meregangkan sedikit topengnya. “Lama-lama pusing pakai topeng ini.”Damien mengamati sang istri, lalu mengangguk. “Oke. Kita pamitan dulu sama Burke.”Saat matanya menyapu ruangan untuk mencari Burke, seorang staf pesta mendekat.“Permisi, Tuan dan Nyonya
Baca selengkapnya