“Lalu, mereka ngomong apa saat kamu sindir begitu?”Damien menatap istrinya yang bercerita tentang Lionel dan Rara yang menemani putra mereka.“Katanya, Nenek Ema yang meminta mereka menemani Ivan. Kasihan kalau hanya ditemani pengasuh dan Aristha.”“Bukannya Sharone ikut sama kalian?”“Sharone hanya satu jam di paviliun. Nggak tau pergi ke mana.”Damien mengangguk pelan. Matanya menatap Ivan yang sedang diajak ngobrol oleh Nada dan Gerry. Seperti mengerti, Ivan mengoceh dan dibalas oleh sang mertua.Sejak Damien datang untuk menjemput, ia hanya sempat mencium kepala Ivan. Nada dan Gerry tidak membolehkannya menggendong sang putra karena mereka bilang masih kangen pada cucu-nya.“Ma, Pa, makanannya sudah siap nih,” seru Melody yang telah selesai menata meja untuk makan malam.“Makan dulu, Ma, Pa.” Damien menjulurkan kedua tangannya ke depan Ivan. “Biar Ivan aku yang pangku saja.”“Eh, jangan,” tolak Nada. “Mama juga bisa pangku Ivan sambil makan.”Melody terkekeh. Ivan benar-benar did
Read more