MasukDi hari pernikahannya, Melody ditinggalkan di pelaminan ketika calon suaminya memilih menemani sahabat sekaligus sekretarisnya yang tiba-tiba sakit. Alih-alih dibela, Melody justru disudutkan dan dipaksa mengalah seperti biasa. Dalam keputusasaan, ia menerima tawaran menikah dari pria dingin yang selama ini membencinya—sepupu dari mantan tunangannya sendiri. Pernikahan kilat itu memicu kekacauan keluarga, rahasia lama, dan perasaan yang tak pernah ia duga. Di balik hubungan tanpa cinta, Melody perlahan menyadari bahwa pria yang paling menyebalkan itu mungkin satu-satunya yang benar-benar berpihak padanya.
Lihat lebih banyak“Kami…. “Tangan Damien terangkat saat Rara mulai bicara. Lelaki itu lalu menggeleng.“Istriku lapar. Aku sedang tidak ingin mendengarkan penjelasan apa pun… lagi.”Tak peduli pada wajah penasaran Marcel dan Rara, Damien mengajak Melody ke restoran. Tetapi, Rara dan Marcel malah membuntuti, bahkan hingga masuk ke restoran.“Untuk dua orang, please,” ucap Damien pada pelayan.“Empat orang,” ralat Marcel. “Tolong siapkan meja untuk empat orang.”Pelayan itu mengerjap. Ia menatap Damien lalu Marcel. Dan tentu saja ia mengenal Marcel. Penyanyi tampan yang sedang naik daun. Pelayan berpikir akan sangat merugikan jika tidak memenuhi permintaan Marcel.“Bagaimana jika Marcel mengunggah di media sosial bahwa service di restoran mahal ini tidak baik?” Pelayan itu membatin dan berpikir cepat lalu segera menyiapkan meja yang diminta Marcel.Untungnya, Damien tidak peduli. Ia sedang fokus pada Melody yang kelaparan. “Damien, aku dan Marcel berpacaran.” Rara langsung melapor saat pelayan pergi s
Suara bariton yang menggelegar tiba-tiba itu sukses membuat Aristha tersentak kaget. Sang psikolog anak, yang biasanya selalu tampil luar biasa tenang dan profesional, seketika merona merah hingga ke telinga. Ia buru-buru menarik tubuhnya menjauh dan menunduk hormat dengan sangat canggung. "T-Tuan Damien. Nyonya Melody," sapa Aristha santun.Sementara itu, alih-alih panik karena tertangkap basah, Lionel hanya menarik tangannya perlahan. Lelaki itu menyandarkan punggungnya ke kursi, membalas tatapan membunuh Damien dengan senyum menawan yang sama sekali tidak memudar.Melody yang sudah berdiri di sebelah suaminya segera memegang lengan Damien untuk sekedar menenangkan sang suami."Ini pemandangan yang sangat... menarik," sindir Melody, menatap Lionel dan Aristha secara bergantian. Mendengar cecaran langsung dari sepasang suami istri yang terkenal tanpa ampun ini, Aristha tampak semakin salah tingkah, seolah ingin menghilang saja ditelan lantai pualam restoran tersebut.Namun Lionel j
Selesai bicara dengan Kakek Aiden, Damien berjalan gontai ke paviliun pribadinya.Gema nada terakhir dari permainan piano Melody perlahan mengudara dan memudar di keheningan paviliun. Tepat saat wanita itu melepaskan jemarinya dari tuts gading, Damien dengan sepasang lengan kekarnya melingkar posesif dari arah belakang, memeluk bahu dan pinggangnya dengan erat.Aroma maskulin dan aroma cologne mahal khas Damien membuat Melody tersenyum. Ia sampai tidak sadar sang suami sudah berada di dekatnya."Kakek Aiden suka banget denger permainan pianomu yang luar biasa ini terdengar lagi di paviliun," bisik Damien tepat di telinga Melody, mendaratkan sebuah kecupan hangat di pipi istrinya. Melody memutar tubuhnya di atas kursi piano, menatap suaminya dengan senyum manis. "Kakek Aiden bilang gitu? Aku tersanjung.”Damien tertawa rendah, menyandarkan pinggulnya di tepi grand piano."Tapi, kami tidak bicara banyak lagi tentang musikmu. Kakek menanyakan keputusan kita akan tinggal di mana setelah
Pagi ini, Melody dan Damien kembali mengantar Ivan ke paviliun. Kedatangan keluarga kecil Damien disambut oleh pemandangan yang cukup maskulin di area serambi.Lionel baru saja menyelesaikan rutinitas olahraga paginya yang intens. Kaus olahraga tanpa lengannya tampak sedikit menempel pada tubuh atletisnya akibat keringat, dengan sebuah handuk kecil tersampir santai di leher. Meskipun baru saja menguras tenaga, aura tampannya sama sekali tidak luntur.Begitu melihat kereta dorong Ivan memasuki paviliun, wajah Lionel langsung berbinar cerah."Selamat pagi, Jagoan Kecil!" sapa Lionel dengan nada riang, melangkah mendekat berniat menggoda keponakannya.Namun, sebelum jari Lionel sempat menyentuh pipi gembil Ivan, sebuah dehaman berat dan sarat akan peringatan terdengar dari arah belakang kereta dorong."Jaga jarakmu, Lionel. Jangan berani-berani menempelkan bakteri dan keringat pasca-olahragamu pada putraku yang baru saja mandi," titah Damien dengan nada bariton mutlaknya. Selain bentakan
Tampaknya, di keluarga Princeton posisi tertinggi dipegang oleh Nyonya Emma–nenek Damien. Sebab, begitu nenek bilang ia ingin berbicara pada Melody hanya berdua, tidak ada satu pun yang berani menginterupsi.Oh, Lionel tentu saja nyaris menginterupsi. Hanya saja, ayahnya melirik tajam sang putra. J
“Kamu pikir aku wanita murahan seperti selingkuhanmu?” Melody menjawab langsung tanpa jeda.Ia paham, Lionel sedang menggiring opini jika keputusannya menikahi Damien karena mereka telah berselingkuh sedari dulu.“Kamu bahkan lebih buruk dari Ruby, Melody,” sahut Lionel. Tidak lupa, ia mendecih. “W
“Sebenarnya apa tujuanmu untuk pernikahan ini? Kamu menjadikanku jalan keluar dari perjodohan yang tidak kamu inginkan?” tembak Melody.Damien yang sudah nyaris menanggalkan jasnya kembali memasangkan jas tersebut ke pundak. Lelaki itu membalikkan badan, menatap Melody.Tipis, Melody melihat ujung
Sosok-sosok yang juga hadir di pernikahannya yang gagal itu kini menatap Melody dengan pandangan yang berbeda-beda. Di antara orang-orang yang terperangah, seseorang kini menatap Melody dengan marah.“Apa maksudnya ini?” Elora—Ibu Lionel membuka suara lebih dulu. “Kamu batal menikah dengan Lionel…












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak