Karina berjalan kembali ke paviliun-nya usai mengobrol dengan mama mertua-nya. Ema juga ingin berkontribusi dengan memberikan sesuatu sebagai hadiah pernikahan cucu sulung.Tetapi, ia juga mendapat tugas yang tidak mudah. Harus mendekati Melody agar rencana Ema berjalan lancar.Sampai di ruang keluarga, Karina mondar-mandir sambil berpikir keras. Terus-terang saja ia masih belum bisa membuka hati untuk Melody. Jadi, tugas dari Ema berat baginya.Di paviliun Damien, Melody sedang menunggu sang suami yang masih meeting online. Ia duduk di depan piano dan memainkan jari-jarinya pada tuts.Melody melirik Rara yang berdiri di pojok ruangan. Ia jadi ingin mengobrol dengan pelayan itu.“Rara,” panggil Melody. “Sini.”Rara menunduk sebelum menghampiri. “Ada apa, Nyonya?”“Ke taman, yuk.”Tanpa menunggu balasan, Melody berjalan ke taman. Ia duduk di kursi dan meminta Rara duduk di sampingnya.Meski terlihat canggung, Rara menurut.“Kamu dengar semua yang Tante Karina katakan padaku, kan?”Rara
Magbasa pa