Melody tersedak. “Kamu... lihat?”“Dari pantulan layar,” Damien menyeringai. “Kembalikan! Kalau nggak mau, buka baju sekarang!”Melody mencubit pipi Damien gemas. “Dasar suami mesum!”Kursi kerja kulit hitam itu berderit pelan saat Melody bergerak naik turun di atas Damien. Tubuh tinggi besarnya pasrah dengan gerakan sang istri. Satu tangan menahan di pinggang Melody, tangan satunya sudah sibuk membuka resleting belakang gaunnya.Napas Melody memburu. Matanya sayu menatap Damien yang kini melepas dasinya dengan satu tarikan, kasar. Aura lelaki dingin itu hilang, berganti jadi pria posesif yang kelaparan.“Damien, Honey….” Melody meremas kemeja suaminya, menariknya mendekat. Bibir mereka baru saja bertemu, panas, terburu-buru, lidah saling bertaut dalam.Dan tepat saat Damien mulai menggigit lembut leher jenjang Melody, menandai wilayahnya—“Kruuuuk.&r
Read more