“Tante nggak papa?” Melody yang pertama memutus keheningan.Karina hanya mengangguk. Lalu, kembali menekan pedal gas.Suara mesin berubah. Tidak lagi seperti suara halus kendaraan mewah yang melaju mulus di jalan tol, tapi suara roda yang berputar tanpa daya, menggali pasir yang semakin dalam setiap kali putarannya bertambah cepat.Melody menjulurkan kepalanya keluar mengamati ban mobil depan serta belakang.“Jeblos, Tan, ban-nya.” Melody memberi informasi. “Pantas saja nggak bisa gerak.”Karina menghentikan gas.Keduanya duduk dalam diam selama beberapa detik. Napas mereka belum sepenuhnya kembali ke ritme normal, jantung yang masih berdetak lebih cepat, tubuh pun masih merasakan sentak keras dari tadi.“Aku ambil ponselku dulu, Tan.” Melody membuka pintu dan segera berlari ke arah ponsel-nya tadi terjatuh.Karina membuka pintu dan ikut turun. Bukan untuk mengikuti Melody, tetapi untuk mengamati sekitar. Ia menoleh saat Melody berlari menghampiri.“Layar ponselku pecah, Tan.” Melody
Read more