Hazel berjalan meninggalkan gerbang kediaman Adiwangsa tanpa menoleh sedikit pun. Langkahnya tidak terburu-buru, namun juga tidak ada niat untuk berhenti. Selain itu, Hazel bisa mendengar derap langkah Adrian yang mengejar di belakangnya, tetapi Hazel memilih untuk tidak peduli.Setiap inci dalam dirinya terasa mati rasa. Ia tidak ingin berdebat, tidak ingin berdiskusi, dan sudah pasti tidak ingin mendengar satu kata pun dari Adrian atau Baskara. Baginya, bicara hanya akan membuang energi karena hasilnya akan tetap sama. Sampai kapanpun, suara Hazel tidak akan pernah didengar."Hazel, tunggu." Sahut Adrian saat berhasil menyusul.Lelaki itu lantas berdiri tepat di hadapan Hazel, mencoba untuk menghalangi jalan istrinya. Pria itu tampak berusaha mengatur napas, namun ekspresinya tetap kaku seperti biasa.Hazel berhenti. Ia tidak mendongak, tidak menatap mata suaminya. Ia hanya menatap ujung sepatu Adrian, menunggu pria itu selesai bicara agar ia bisa pergi."Tadi bukan waktunya," sua
Last Updated : 2026-04-28 Read more