Hazel akhirnya sudah berada di dalam mobil, menunggu keberangkatannya menuju tempat tinggal barunya bersama Adrian. Ia melirik keluar jendela, melihat ayah dan suaminya tengah mengobrol tidak jauh dari mobil.Entah apa yang mereka bicarakan karena Hazel tidak dapat mendengarnya dari sini. Tapi, toh, dia tidak peduli.Tiba-tiba, jendela mobilnya diketuk. Ternyata Maya yang melakukannya. Ia menghampiri Hazel sebelum putrinya itu pergi dibawa suaminya.Hazel segera menurunkan jendela mobil. Ia mengulas senyuman tipis yang dipaksakan. Melihat itu, Maya kembali mengelus lembut lengan Hazel. “Mama barusan dapat kabar kalau orang tua Adrian belum bisa hadir karena urusan dadakan di luar negeri, kamu tidak masalah dengan hal itu, Sayang?”Hazel mengangguk lemah, “Iya Ma, tidak apa-apa.”Maya tersenyum lembut pada Hazel seraya mengusap air matanya dengan tisu, “Jaga diri ya nak, kalau ada apa-apa, pulang ya?”Ingin rasanya Hazel membalas kata-kata mamanya. Namun Hazel sudah tidak memiliki te
Last Updated : 2026-03-10 Read more