"Hazel, sayang... kamu sehat-sehat saja, kan?"Pertanyaan itu meluncur begitu saja, diiringi tatapan teduh dari wanita paruh baya yang berdiri di ambang pintu. Maya Adiwangsa—ibu kandung Hazel—berdiri di sana dengan penampilan yang sedikit awut-awutan, dia yang biasanya heboh ketika bertemu putrinya pun kini lebih kalem.Hazel tertegun, tangannya yang memegang gagang pintu perlahan mengendur. "Mama? Loh... ada apa, Ma? Kok tiba-tiba ke sini?"Maya tersenyum tipis, sebuah senyum yang mencoba terlihat tenang namun menyembunyikan gurat kecemasan. "Mama cuma ingin lihat keadaanmu. Boleh Mama masuk?"Hazel segera bergeser, memberi jalan. Adrian, yang sejak tadi berdiri di belakang Hazel, segera melangkah maju untuk menyambut. Sebagai tuan rumah, Adrian bersikap sangat sopan, membukakan pintu lebih lebar dan menyilakan Maya masuk dengan gestur yang tenang."Ayo Tan— maksud saya, Mama. Silakan duduk," ucap Adrian santun meskipun sedikit kikuk.Maya mengangguk dan tersenyum tipis, ia sempat
Last Updated : 2026-04-23 Read more