“Ada apa? Kenapa wajahmu masam sekali? Apa ada sesuatu yang penting yang mengganggu pikiranmu setelah kamu bicara dengan pengacara itu?”Aurin yang sudah duduk di dalam mobil menoleh, menatap suaminya yang baru saja masuk dengan raut ketat. Di pangkuannya, Nora sudah mengantuk berat dan bersiap untuk tidur. Sambil menimang pelan bocah manis itu, Aurin terus memperhatikan Rayden yang masih bergeming dan belum memberikan jawaban. Alhasil, ia memilih mengalah dan sabar menunggu sampai pria itu sendiri yang siap untuk berterus terang.Perjalanan pulang terasa begitu sunyi. Begitu roda mobil berbelok memasuki pekarangan rumah mereka, langit sudah berubah petang. Begitu turun, Aurin segera menyuruh kedua putra kembarnya, Reinhard dan Reynand, untuk langsung ke kamar mandi, mengganti pakaian, dan bersiap untuk makan malam bersama.“Biar aku yang membawa Nora ke kamar. Tunggu di ruang kerjaku, ada sesuatu yang harus kukatakan padamu,” ucap Rayden pelan, memecah keheningan saat mereka berdiri
Read more