“Mama dengar, ‘kan? Aurin sudah memaafkan Mama sejak kemarin-kemarin. Jadi, jangan siksa diri Mama dengan rasa bersalah lagi. Fokus saja untuk sembuh, Ma. Mulai hari ini, kita buka lembaran yang baru sama-sama,” bisik Rayden lega meski suaranya masih agak parau. Dan Rita hanya bisa mengangguk pelan sembari terus tergugu di dalam dekapan mereka. Bagi Rita, tidak ada gunanya lagi menaruh dendam atau mengeraskan hati. Lantaran nyatanya, setelah semua perbuatan keji yang pernah ia timpakan, Aurin justru menjadi orang pertama yang merawatnya dengan penuh ketulusan. Di hari-hari selanjutnya, Aurin membuktikan kata-katanya. Wanita itu bahkan rela bermalam di kamar rumah sakit yang sempit, terjaga sepanjang malam demi memastikan kenyamanan mertuanya. Tanpa ada guratan jijik atau terpaksa, Aurin dengan telaten menyuapinya makanan sendok demi sendok, menyeka tubuhnya yang kaku dengan air hangat, hingga membuang kantung urine dari selang kateternya. Setiap sentuhan dan pengorbanan yan
더 보기