“Hahaha ... Apa saya membuatmu terkejut? Ah, tolong jangan menyebut saya dengan presiden lagi. Aku bukan lagi orang nomor satu di negeri ini.” Amar tertawa renyah melihat mimik muka Amanda yang sangat terkejut. Mulut Amanda masih terbuka tanpa mengeluarkan suara. Matanya bergerak-gerik gugup, menatap Amar, lalu Viktor, Cole, dan kembali lagi ke Amar. Viktor mempersilakan Amar menghampiri Amanda, membuka jalan untuknya. Dengan langkahnya yang penuh wibawa, Amar mendekati Amanda, kedua tangannya terlipat di belakang punggungnya. “Cole yang menghubungi saya untuk menemuimu di sini. Markas baru kalian, katanya?” kata Amar, menyunggingkan senyum khasnya.Amanda menelengkan kepala, mengintip Cole dari balik lengan Amar. “Cole ...?”Sadar Amanda menatapnya, Cole langsung memalingkan muka, berpura-pura bersiul pelan.“Saya sudah tahu soal berita itu, Amanda. Jujur saja, saya pun terkejut melihatnya dan yakin kamu tidak melakukan hal seperti itu. Apalagi kamu sudah lama pensiun. Saya
Última atualização : 2026-05-26 Ler mais