Yuna menelan ludah kecil sebelum menjawab, berusaha menstabilkan suaranya. “Baik, Dok. Saya … masih di kantor. Lagi lembur sedikit.” Di seberang, Firas terdengar menarik napas pelan. “Masih di kantor jam segini?” suaranya tetap lembut, tapi ada nada lain yang sulit dijelaskan. “Kamu nggak terlalu memaksakan diri, Yuna?” Yuna tersenyum kecil, meski tak terlihat. “Sudah biasa, Dok. Lagian saya juga nggak terlalu capek kok.” Firas terdiam sebentar, lalu suaranya kembali terdengar yang kali ini sedikit lebih pelan. “Kamu nggak ke rumah sakit malam ini?” “Iya … rencananya besok sore baru ke sana lagi. Kenapa, Dok? Ada apa dengan Ibu?” “Kondisi Ibumu stabil … tapi masih butuh pengawasan ketat. Tadi sempat ada perubahan kecil, tapi masih dalam batas aman.” Yuna langsung menegang. “Perubahan …?” tanyanya cepat. “Tenang,” Firas menenangkan. “Bukan sesuatu yang berbahaya. Tapi kalau kamu punya waktu … mungkin lebih baik kamu lihat langsung.” Yuna terdiam. “Lagipula,” lanjut Firas
Mehr lesen