“Aamiin…” Nabila mengaminkan ucapan yang berisi harapan tersebut. Ia tak menyanggah dengan pertanyaan, kenapa tidak melakukan ANC sendiri saja, toh bisa menghemat biaya, tidak perlu ke dokter obgyn lain. Namun, ia mengerti maksud sang suami. Fahmi mengubah sudut pandangnya sebagai pasien. Ia ingin merasakan hal itu bersama sang istri. Bagaimana rasanya melakukan pemeriksaan kehamilan, mendengar penjelasan dokter tentang kesehatan ibu dan janin. Meskipun, nanti ia juga tahu penjelasan tersebut. Sebuah pemikiran pun terlintas di benak Nabila. “Mas, apa nggak bakalan grogi, dokter obgyn periksa kehamilan istrinya ke obgyn lain?” Fahmi tersenyum tipis. Ada benarnya pertanyaan sang istri. Juga terkesan seperti mengetes kemampuan sesama sejawat. “Betul juga pertanyaan kamu, nanti Mas pertimbangkan lagi, mau ANC sendiri atau ke dokter lain,” jawabnya dengan tenang. Nabila mengangguk. Ia mengikuti saja apa yang dikatakan sang suami. “Mas mau
Read more