"Aku tahu, Mas pasti nggak bisa nerima ini semua, tapi yang pasti Mas harus tetap berjalan maju. Suka atau tidak suka. Siap atau nggak siap. Kehadiran dia memang merusak suasana hati Mas sekarang. Menurutku, Mas harus berlapang dada, toh, hubungan Mas dengan dia sudah tidak seperti dulu lagi. Nggak ada salahnya, kalau Mas bersikap biasa aja di depan dia, seperti orang lain, tapi untuk soal keakraban, lebih baik nggak usah.” Nabila berkata dengan sangat hati-hati, sebab yang ia beri masukan ini orangnya lebih tua darinya. Ia khawatir masukan darinya hanya dianggap angin lalu dan sok tahu, karena dirinya yang masih seperti bocah kemarin sore. Fahmi diam setelah mendengarkan perkataan Nabila yang cukup panjang, ia menatap lurus gadis di hadapannya itu. Sedangkan, Nabila malah menjadi kikuk dengan tatapan tersebut, khawatir Fahmi tidak terima dengan masukan darinya. “Maaf ya, Mas, aku bukannya sok mau nasihatin,” ucap Nabila pelan. Ia tersenyum
อ่านเพิ่มเติม