Nabila membenamkan tubuhnya di dalam selimut, wajahnya masih terasa merah padam. Ia malu sekali saat tadi dengan tidak sadar, ia menyingkap selimut, dan otomatis memperlihatkan tubuhnya yang *tettt… Sang suami tertawa renyah, ia gemas sekali melihat istrinya yang bertingkah seperti itu. “Mas, udah dong ketawanya, aku malu,” rengek Nabila. Fahmi menyerahkan selembar handuk tebal pada sang istri. Ia masih ingin tertawa, namun ditahannya, lalu ia duduk di tepi tempat tidur. Ia memandang Nabila dengan hangat, namun perempuan di hadapannya ini malah makin salah tingkah. “Sayang, wajar kalau kamu merasa malu, memang sudah seharusnya begitu manusia. Tapi, karena kita sudah suami istri, jadi nggak apa-apa yang tadi itu,” ucap Fahmi dengan lembut dan lugas. Nabila memandang sang suami dengan tatapan haru. Mendengar penjelasan itu sedikit membuatnya merasa lega. “Tapi… tetep aja malu,” ujarnya dengan suara yang kecil sekali. Fahmi mengusap-usap puncak kepala Nabila dengan penuh
Read more