Sore perlahan bergeser menjadi malam ,cahaya yang sejak tadi masuk mulai memudar, meninggalkan kamar Aruna dalam remang yang tenang ,namun tidak dengan tubuhnya demamnya tidak turun justru semakin terasa membakar ,Aruna terbaring miring di atas tempat tidur dengan selimut yang ditarik hingga ke dada ,keringat dingin membasahi pelipis dan tengkuknya, sementara tubuhnya menggigil tanpa bisa ia kendalikan ,sesekali giginya beradu pelan ,tangannya mencengkeram ujung selimut ,kepalanya semakin berat seolah ada sesuatu yang menekan dari dalam ,Aruna membuka mata perlahan pandangannya sedikit buram ,langit-langit kamar terlihat bergoyang sebentar sebelum akhirnya kembali fokus ,ia mengembuskan napas pelan ,tenggorokannya kering ,tubuhnya terasa nyeri sampai ke tulang-tulang ,dengan susah payah ia berusaha bangun ,tangannya mencoba menekan kasur ,otot-otot lengannya menegang , baru setengah duduk pandangan di depannya langsung menghitam ,kepalanya berputar ,perutnya terasa mual ,refleks ia
続きを読む