Sore itu rumah terasa hidup ,di ruang makan Aruna sedang duduk berhadapan dengan Bi Inah salah satu asisten rumah tangga yang sudah cukup lama bekerja dirumah Oxavio ,di antara mereka terdapat sepiring kue bolu yang masih mengepul ,aroma vanili dan mentega baru saja keluar dari oven memenuhi udara."Aduh, Mbak Aruna ini enak banget," puji Bi Inah sambil mengunyah potongan kecil dengan mata berbinar ,Aruna tertawa kecil "Masih kurang manis sebenarnya.""Nggak kok mbak ini pas," bantah Bi Inah antusias, lalu mengambil potongan kedua tanpa ragu. "Kalau begini saya bisa gemuk.""Ya jangan salahkan kuenya," sahut Aruna sambil menggeleng pelan, matanya menyipit jenaka ,mereka tertawa bersama, suara tawa itu bergema lembut, memecah keheningan dinding-dinding besar yang biasanya terasa begitu dingin bagi Aruna, wajah Aruna terlihat cerah ,tidak ada kerutan khawatir yang menggerogoti dahinya ,ia menikmati sore yang sederhana, seolah dunia luar tidak pernah ada ,namun su
Mehr lesen