Setelah kejadian itu, tatapan Ryuga selalu tertuju padaku.Saat aku menyadari hal itu dan balas menatapnya, dia selalu membuang muka secepat mungkin.Terkadang kalau aku ingin jalan kaki dan tidak minta dijemput sopir, di belakangku selalu ada ekor kecil yang mengikuti dari jauh.Suatu akhir pekan, aku dan teman-temanku janjian untuk pergi panjat tebing.Baru saja sampai di lokasi, kami berpapasan dengan Joseph, pewaris dari keluarga musuh.Aku membuang muka untuk menghindar, tapi tangan Joseph yang memegang cerutu tampak mengencang. Tatapan matanya yang kejam terus mengincarku.Baru sekitar lima menit kami turun tebing, muncul suara batu berjatuhan dan perkelahian dari puncak gunung yang seharusnya tidak ada orang di sana.Aku melihat tali utama kami bergoyang hebat, seolah ada seseorang yang sedang sekuat tenaga memotong tali itu.Belum sempat terpikir rencana darurat, terdengar teriakan Ryuga dari atas, "Wina, aku di sini!""Jangan takut, aku tarik kamu ke atas!"Setelah selamat dar
Read more