Share

Bab 5

Author: Fiery
Belum sempat aku menjawab.

"Ibu pasti ada urusan mendesak makanya lupa ketuk pintu."

"Wina, kamu makin nggak ada tata krama ya. Kayaknya aku udah terlalu manjain kamu sampai kamu jadi ngelunjak begini."

Seketika aku merasa sangat sesak karena menahan amarah. Jariku meremas surat pengunduran diri itu kuat-kuat.

"Aku ke sini mau ambil surat cerai."

"Keluar! Jangan masuk kalau nggak bisa ketuk pintu."

Suara kemarahan Ryuga menggelegar ke seluruh ruangan.

Lisa langsung panik begitu mendengar soal surat cerai.

"Aduh Bos, jangan marah-marah dong. Ibu pasti nggak sengaja."

"Pasti Ibu lagi emosi aja makanya ngomong sembarangan."

Sambil bicara begitu, dia menarik lenganku dengan gaya sok polos dan berkata, "Bu, jangan emosi dulu ya. Ada apa-apa tuh diomongin baik-baik aja."

Baru saja aku hendak menarik lenganku, Lisa sudah jatuh terjatuh ke samping hingga dahinya membentur lantai marmer dengan keras.

"Bu, aku nggak nyalahin Ibu kok. Ini emang aku aja yang kurang hati-hati."

Aku baru saja ingin bicara.

Namun, Ryuga sudah bergegas menghampiri, mengangkat Lisa, dan mendudukkannya di kursi kerjanya yang besar.

Dia menyisir poni Lisa dengan lembut. Matanya menyiratkan amarah yang besar saat melihat dahi wanita itu mulai membengkak dan memerah.

Dia pun mengambil map di atas meja lalu melemparkannya ke arah kepalaku.

Sudut map yang keras itu menghantam sudut mataku, meninggalkan luka robek yang seketika mengeluarkan darah.

Luka merah yang kontras itu sempat membuat Ryuga tertegun sejenak.

Saat dia baru saja ingin melangkah mendekatiku, Lisa menahan lengannya.

"Bos, jangan salahin Ibu ya. Aku tahu Ibu pasti nggak sengaja dorong aku tadi."

Setelah kalimat itu, suara teriakan Ryuga kembali terdengar.

"Trikmu sekarang makin murahan ya!"

"Bukannya kamu mau cerai? Udah yakin?"

"Kamu nggak bakal dapat apa pun kalau cerai!"

"Sssh!" Tanganku menyentuh luka di sudut mata saat menyeka air mata, rasa perihnya membuatku meringis.

"Aku emang nggak pernah berniat minta apa-apa kok."

"Bagus!"

"Aku tanda tangan! Jangan nyesal ya!"

Suara dingin Ryuga berpadu dengan bunyi goresan pulpen yang terdengar sangat jelas di ruangan yang hening itu.

Aku segera menyodorkan surat pengunduran diri dari keluarga.

Tanpa mendongak sedikit pun, Ryuga langsung membubuhkan tanda tangannya di sana.

Begitu selesai, dia berteriak, "Kamu boleh pergi! Tapi, tinggalin semua berkas transaksi yang lagi jalan atau yang mau kamu susun. Kasih semua ke Lisa!"

"Mulai sekarang, Lisa yang bakal pegang kendali penuh!"

Lisa tampak kegirangan, dia menatapku dengan tatapan mengejek.

Mataku kembali berkaca-kaca karena marah. "Atas dasar apa? Aku udah nggak tidur berhari-hari untuk nyusun itu semua, apa hak dia ambil alih?"

Aku menyambar surat cerai dan surat pengunduran diri itu, lalu berbalik pergi meninggalkan ruangan dengan penuh amarah.

Setelah mengirim foto surat pengunduran diri itu ke grup keluarga dan mengunggahnya ke Twitter, aku langsung keluar dari grup.

Aku pun mengirim pesan ke grup yang hanya berisi ayah, ibu, dan kakak-kakakku: [Putri kecil mau pulang, jemput di bandara ya!]

Aku menyandang ranselku dan langsung melaju menuju bandara.

Ryuga memperhatikan dokter pribadi yang sedang mengobati Lisa, tapi tiba-tiba perasaannya merasa tidak tenang.

Bayangan punggung Wina yang pergi dengan mantap terus menghantuinya dan membuatnya merasa cemas.

Dia juga terpikir soal beberapa transaksi besar yang disusun Wina siang malam belakangan ini.

Kalau transaksi itu berhasil, posisi keluarga akan makin kuat.

Memikirkan hal itu, dia memutuskan untuk bicara lagi dengan Wina.

Wina memiliki intuisi yang sangat tajam soal transaksi antar keluarga mafia.

Selama ini, Wina selalu menggunakan intuisinya yang luar biasa itu untuk menjauhkan keluarga dari risiko.

Ryuga merasa sangat mengenal Wina. Dia yakin wanita itu tidak akan rela melepaskan hasil kerja kerasnya begitu saja.

Pikirnya, cukup membujuk Wina sedikit saja, maka dia akan kembali bekerja dengan bodohnya demi keluarga.

Ryuga mencoba menelepon, tapi hanya terdengar suara operator. "Nomor yang Anda tuju sudah tidak aktif."

Detik berikutnya, terdengar suara ketukan pintu. Wakil kepala keluarga masuk dengan wajah panik.

"Bos, gawat! Semua transaksi untuk semester depan sampai tiga tahun ke depan sudah diambil alih oleh keluarga lain."

Ryuga sempat terhuyung karena terkejut, dia berteriak tidak percaya, "Apa kamu bilang?!"

"Transaksi besar itu cuma diketahui anggota inti keluarga, gimana orang luar bisa tahu?"

"Kalian semua benar-benar bodoh! Apa aja sih yang kalian kerjain?"

"Nggak guna!"

Ryuga mondar-mandir dengan gelisah, lalu tiba-tiba teringat sesuatu. "Cepat panggil Wina ke sini!"

"Dia yang susun semua datanya, ini pasti gara-gara dia yang nggak becus kerja!"

Wakil itu terdiam karena bingung, dia bahkan lupa apa yang ingin dia katakan.

Baru setelah beberapa saat, dia menjawab dengan terbata-bata, "Bos, tadi Wina langsung pergi setelah keluar dari ruangan Anda."

"Terus dia kirim foto surat pengunduran diri dari keluarga di grup."

"Keluar dari keluarga?"

"Nggak mungkin!"

"Siapa yang izinin dia keluar?"

"Dia nggak bakal berani pergi kalau nggak aku setujui!"

"Tapi Bos, di surat pengunduran diri yang dia kirim itu ada tanda tangan Anda."

"Nggak mungkin!"

"Gimana bisa?"

Ryuga hanya bisa bergumam sendirian di dalam kantornya.

Dia ingat tadi menandatangani kertas sebanyak tiga kali. Tiga kali!

Dua lembar untuk surat cerai, berarti satu lembar sisanya adalah surat pengunduran diri itu.

Wina berani menipunya hanya demi bisa pergi darinya!

Berani-beraninya dia melakukan itu!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia   Bab 9

    Ryuga baru saja melangkah pergi, ruang kopi langsung geger."Kalau Wina itu Nyonya Bos, terus Lisa itu apa?""Gila, ternyata mereka nikah siri? Misterius banget.""Tadi aku sempat maki-maki Wina, apa Bos tahu ya? Bakal diusir dari keluarga nggak ya aku?""Berarti Lisa itu pelakornya? Terus tiap hari dia sok berkuasa dan pamer di depan kita, cuma akting doang?"Hanya dengan satu kalimat, Ryuga membuat status Lisa di keluarga langsung terjun bebas.Ryuga tidak peduli lagi apa yang dipikirkan Lisa yang sedang cuti itu.Satu-satunya pikirannya sekarang adalah segera menemukan Wina dan membawanya kembali ke sisinya.Setelah menenangkan diri semalaman, dia akhirnya sadar.Dia dan Wina bukan sekadar suami istri. Mencintainya sudah menjadi kebiasaan, hingga dia sempat tidak menyadari perasaannya sendiri.Semua kesalahan ada pada dirinya.Asalkan Wina mau kembali ....Dia rela melakukan apapun untuk menebus kesalahannya.Dia mengambil ponsel, lalu teringat kalau Wina sudah menghapus nomor telep

  • Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia   Bab 8

    Ryuga teringat sikap Wina yang tidak biasa, sangat dingin dan begitu teguh saat meminta cerai.Dia langsung menelepon Kevin sambil menahan amarahnya."Wina minta cerai itu ajaranmu, ya? Kamu sekarang udah jadi orang ketiga di pernikahan kami, jangan keterlaluan!""Oh, ya?" Suara yang rendah dan karismatik terdengar perlahan dari seberang."Ngomong-ngomong, aku benar-benar harus berterima kasih sama kamu. Kalau bukan karena kamu berpaling, aku nggak akan pernah dapat telepon dari Wina."Kedua belah pihak terdiam dalam keheningan yang mencekam, konfrontasi tanpa suara pun telah dimulai.Setelah sekian lama, Kevin baru berbicara dengan suara rendah setelah mendengar napas Ryuga yang makin berat, "Aku udah kasih kamu kesempatan, tapi kamu sendiri yang mengkhianatinya.""Sekarang kamu nggak bisa salahin aku. Dia pantas mendapatkan yang terbaik, sedangkan kamu nggak layak."Telepon ditutup.Ryuga duduk di lantai marmer yang dingin dan gelap, tidak lagi merasakan hawa dingin yang merayap.Dia

  • Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia   Bab 7

    Tidak bisa dipungkiri kalau Lisa memang memberinya rasa segar yang berbeda dari Wina.Namun, rasa segar itu tidak cukup kuat untuk mengguncang pernikahannya.Apalagi sampai merusak perasaannya pada Wina.Dia selalu merasa dirinya tinggi dan paling meremehkan orang yang berselingkuh.Dia juga pernah mengucap sumpah di gereja kalau dia tidak akan pernah mengkhianati Wina seumur hidupnya.Karena itulah, saat menyadari ada perasaan untuk Lisa, dia berusaha menghindar dan melarikan diri.Dia bahkan merasa sangat bersalah.Untunglah, rasa suka itu tidaklah banyak.Tapi, dia tidak menyangka kalau Wina tetap bisa menyadarinya.Sikap marah dan kasar yang dia tunjukkan sebenarnya hanyalah cara untuk menutupi perasaan batinnya yang sesungguhnya.Secara logika, dia tetap menganggap cuma Wina yang bisa menjadi istrinya.Lisa hanyalah seorang sekretaris, orang asing yang cuma lewat sebentar dalam hidupnya.Dibandingkan perkataan Lisa, dia tentu lebih memercayai istrinya yang sudah melewati suka duka

  • Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia   Bab 6

    Ryuga menyambar gelas di atas meja lalu membantingnya sekuat tenaga ke lantai marmer.Tato belati yang bersilangan di lengannya kini tampak makin mengerikan.Beberapa saat kemudian, Ryuga melambaikan tangan dengan lunglai. "Kamu keluar dulu, nanti aku yang hubungi dia.""Kamu selidiki keluarga mana yang berani ambil itu. Cari tahu apa mereka punya hubungan bisnis sama kita atau nggak.""Kalau ada pengkhianat di dalam keluarga, langsung habisi aja."Selama 10 tahun memimpin keluarga ini, tidak pernah sekalipun dia mengalami kerugian sebesar ini.Dulu kalau ada masalah, Wina selalu setia mendampinginya.Sesulit apa pun masalahnya, selama Wina yang turun tangan, semua pasti bisa selesai dengan mudah.Namun sekarang, Wina ingin gugat cerai dia.Dia terpaksa menghadapi situasi darurat ini seorang diri.Rasa panik dan frustrasi yang tidak berujung mulai menenggelamkannya.Fakta bahwa semua transaksi direbut orang lain berarti seluruh investasi awal keluarga sudah lenyap sia-sia.Kalau dia ti

  • Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia   Bab 5

    Belum sempat aku menjawab."Ibu pasti ada urusan mendesak makanya lupa ketuk pintu.""Wina, kamu makin nggak ada tata krama ya. Kayaknya aku udah terlalu manjain kamu sampai kamu jadi ngelunjak begini."Seketika aku merasa sangat sesak karena menahan amarah. Jariku meremas surat pengunduran diri itu kuat-kuat."Aku ke sini mau ambil surat cerai.""Keluar! Jangan masuk kalau nggak bisa ketuk pintu."Suara kemarahan Ryuga menggelegar ke seluruh ruangan.Lisa langsung panik begitu mendengar soal surat cerai."Aduh Bos, jangan marah-marah dong. Ibu pasti nggak sengaja.""Pasti Ibu lagi emosi aja makanya ngomong sembarangan."Sambil bicara begitu, dia menarik lenganku dengan gaya sok polos dan berkata, "Bu, jangan emosi dulu ya. Ada apa-apa tuh diomongin baik-baik aja."Baru saja aku hendak menarik lenganku, Lisa sudah jatuh terjatuh ke samping hingga dahinya membentur lantai marmer dengan keras."Bu, aku nggak nyalahin Ibu kok. Ini emang aku aja yang kurang hati-hati."Aku baru saja ingin

  • Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia   Bab 4

    Setelah kejadian itu, tatapan Ryuga selalu tertuju padaku.Saat aku menyadari hal itu dan balas menatapnya, dia selalu membuang muka secepat mungkin.Terkadang kalau aku ingin jalan kaki dan tidak minta dijemput sopir, di belakangku selalu ada ekor kecil yang mengikuti dari jauh.Suatu akhir pekan, aku dan teman-temanku janjian untuk pergi panjat tebing.Baru saja sampai di lokasi, kami berpapasan dengan Joseph, pewaris dari keluarga musuh.Aku membuang muka untuk menghindar, tapi tangan Joseph yang memegang cerutu tampak mengencang. Tatapan matanya yang kejam terus mengincarku.Baru sekitar lima menit kami turun tebing, muncul suara batu berjatuhan dan perkelahian dari puncak gunung yang seharusnya tidak ada orang di sana.Aku melihat tali utama kami bergoyang hebat, seolah ada seseorang yang sedang sekuat tenaga memotong tali itu.Belum sempat terpikir rencana darurat, terdengar teriakan Ryuga dari atas, "Wina, aku di sini!""Jangan takut, aku tarik kamu ke atas!"Setelah selamat dar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status