Share

Bab 2

Author: Fiery
"Aku tahu kamu nggak suka pamer, jadi dari setengah tahun lalu aku udah minta wakilku buat pesan hadiah ulang tahun pernikahan di berbagai merek mewah."

"Kamu suka?"

Hanya dengan sekali lihat, aku tahu itu adalah anting mini yang kulihat di toko perhiasan siang tadi. Itu cuma hadiah gratisan dari pembelian kalung zamrud kelas atas yang ada di sebelahnya.

Hampir saja aku ketawa sinis.

Aku memiringkan tubuh, menghindari tangannya yang hendak memakaikan anting itu ke telingaku.

Aku pun berjalan menuju sofa tunggal lalu duduk, membalas pesan dari orang tua dan kakak-kakakku di grup keluarga.

Tidak lama kemudian, masuk beberapa notifikasi transaksi dari mobile banking.

Itu adalah uang saku berisi doa restu dari orang tua dan kakak-kakakku.

Yang pertama masuk adalah notifikasi transfer sebesar 400 miliar dari rekening gabungan ayah dan ibu.

Disusul kemudian pesan transfer 160 miliar dari kakak tertua, 160 miliar dari kakak kedua, dan 100 miliar dari kakak ketiga.

Suasana hatiku yang muram sepanjang hari langsung terobati oleh pesan-pesan dari mereka yang datang bertubi-tubi, mataku seketika berkaca-kaca.

Tepat di saat itu, terdengar suara perintah yang penuh teguran, "Kenapa kamu masih nggak gerak?"

"Baju nggak dicuci, masak juga nggak."

"Kamu sebenarnya mau ribut apa lagi sih?"

"Aku udah sibuk seharian di keluarga, tapi pas sampai rumah boro-boro dapat makanan hangat, malah harus lihat muka cemberutmu."

Aku mendengus dingin. "Bukannya kamu udah makan di luar? Tentu aja, yang aku maksud bukan cuma soal makanan."

Ryuga mengernyit, dia berkata dengan bingung, "Ngomong apa sih? Aku berjuang demi keluarga ini, juga biar kamu bisa hidup lebih enak."

"Bukannya kasihan atau ngerti aku, kamu malah terus-terusan marah nggak jelas."

Cecaran Ryuga barusan membuatku sedikit terpaku.

Selama 10 tahun ini, aku selalu bangun lebih pagi dan tidur lebih larut darinya.

Saat dia masih bermimpi indah di pagi hari, aku sudah bangun untuk menyiapkan sarapan bergizi yang mewah untuknya.

Di siang hari, aku menyandang gelar asisten di keluarga, tapi kenyataannya aku harus melakukan tugas sampai ke level prajurit.

Setiap proyek transaksi bernilai puluhan miliar adalah hasil tata letak yang aku susun siang dan malam.

Saat dia tidur nyenyak di malam hari, aku masih mencuci dan menyetrika pakaian yang dia ganti, membereskan rumah, menyiapkan jas dan dasi buat dia pakai besok, lengkap dengan kancing manset yang senada.

Kehidupan seperti ini sudah berjalan selama 10 tahun.

Sejujurnya, aku juga sangat lelah.

Kalau bukan karena cinta yang jadi sandaran, aku benar-benar ingin lepas tangan saja.

Aku mengambil botol Antinori Grappa di atas meja, menuangkannya, lalu menenggaknya dalam sekali teguk.

Wajah Ryuga berubah, dia merampas gelas dari tanganku.

"Kamu ngapain? Kamu nggak tahu kalau lagi program hamil nggak boleh minum alkohol?"

Ryuga merasa ada yang tidak beres melihat wajahku yang memerah.

Dia mendekat dan duduk di sampingku, menarik tanganku yang terasa panas, lalu nada bicaranya melembut.

"Sebenarnya kamu kenapa?"

"Kenapa minum alkohol sekeras ini?"

"Kamu lupa kalau kita udah mutusin buat jadi orang tua?"

Kepalaku terasa pening, aku tidak menjawab.

Ryuga melihat ekspresiku yang datar, dia berusaha menahan ketidaksabarannya.

"Aku tahu tekanan selama program hamil itu besar, tapi kamu nggak boleh abai sama kesehatanmu sendiri!"

Begitu dia selesai bicara, aku mengeluarkan surat cerai yang sudah disusun di kantor pengacara dan mendorongnya ke hadapan dia.

"Aku tahu kamu sibuk, jadi urusan kecil kayak draf surat cerai ini nggak perlu merepotkanmu."

"Kamu tinggal tanda tangan aja."

Ekspresi Ryuga seketika berubah drastis.

"Cerai?"

"Kenapa?"

"Apa cuma gara-gara aku lirik Lisa sebentar di rapat tadi?"

"Iya, bener gara-gara kamu melirik dia, emang alasan itu nggak cukup?" kataku dengan tenang.

"Tanda tangan aja yang tenang, aku nggak bakal rebutan kekuasaan atau status sama sekretarismu itu."

"Aku nggak butuh apa pun, aku pergi tanpa bawa harta sepeser pun, jadi tanda tangan aja."

"Bukannya kamu takut sekretarismu bakal kelaparan pas kerja?"

"Kamu cariin aja asisten buat layani dia, bukannya itu solusi yang gampang?"

Ryuga mengepalkan kedua tangannya, dia melotot marah sambil berteriak, "Aku sama dia nggak ada hubungan apa-apa!"

"Dulu, dia 'kan kamu yang bawa ke keluarga, kamu yang bilang kemampuan kerjanya hebat dan bakal bantu aku."

"Iya, omonganmu benar, tapi maksudku dia bisa bantu dalam urusan pekerjaan."

"Aku nggak pernah bilang kalau dia juga boleh bantu kamu di ranjang."

"Dulu kamu bilang baru ambil alih keluarga dan posisimu belum stabil, kamu bilang tunggu sampai kamu kuat baru kita umumin hubungan kita."

"Demi kalimatmu itu, demi membantumu dengan lebih baik, aku rela kerja tanpa status selama 10 tahun."

"Gajiku paling kecil, tapi pekerjaanku paling banyak dan melelahkan, aku kasih nilai miliaran buat kamu."

"Tapi, pas posisimu udah stabil, apa yang kamu lakukan?"

"Hal pertama yang kamu lakukan adalah kasih sekretarismu kekuasaan tertinggi."

"Waktu aku setuju sama kamu dulu, aku udah bilang kalau mataku nggak bisa menerima satu masalah pun."

"Kalau di matamu udah nggak ada aku, mending aku nggak usah sekalian!"

Ryuga berkata dengan wajah muram, "Dia cuma sekretarisku, kalau emang ada apa-apa ya udah dari dulu, masa baru sekarang?"

"Udah deh, jangan ribut terus."

Aku mengusap mataku yang perih, lalu menatapnya dengan tenang dan berkata, "Aku nggak lagi ribut, aku cuma mau kasih tahu kamu dengan sangat tenang."

"Aku nggak mau kamu lagi!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia   Bab 9

    Ryuga baru saja melangkah pergi, ruang kopi langsung geger."Kalau Wina itu Nyonya Bos, terus Lisa itu apa?""Gila, ternyata mereka nikah siri? Misterius banget.""Tadi aku sempat maki-maki Wina, apa Bos tahu ya? Bakal diusir dari keluarga nggak ya aku?""Berarti Lisa itu pelakornya? Terus tiap hari dia sok berkuasa dan pamer di depan kita, cuma akting doang?"Hanya dengan satu kalimat, Ryuga membuat status Lisa di keluarga langsung terjun bebas.Ryuga tidak peduli lagi apa yang dipikirkan Lisa yang sedang cuti itu.Satu-satunya pikirannya sekarang adalah segera menemukan Wina dan membawanya kembali ke sisinya.Setelah menenangkan diri semalaman, dia akhirnya sadar.Dia dan Wina bukan sekadar suami istri. Mencintainya sudah menjadi kebiasaan, hingga dia sempat tidak menyadari perasaannya sendiri.Semua kesalahan ada pada dirinya.Asalkan Wina mau kembali ....Dia rela melakukan apapun untuk menebus kesalahannya.Dia mengambil ponsel, lalu teringat kalau Wina sudah menghapus nomor telep

  • Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia   Bab 8

    Ryuga teringat sikap Wina yang tidak biasa, sangat dingin dan begitu teguh saat meminta cerai.Dia langsung menelepon Kevin sambil menahan amarahnya."Wina minta cerai itu ajaranmu, ya? Kamu sekarang udah jadi orang ketiga di pernikahan kami, jangan keterlaluan!""Oh, ya?" Suara yang rendah dan karismatik terdengar perlahan dari seberang."Ngomong-ngomong, aku benar-benar harus berterima kasih sama kamu. Kalau bukan karena kamu berpaling, aku nggak akan pernah dapat telepon dari Wina."Kedua belah pihak terdiam dalam keheningan yang mencekam, konfrontasi tanpa suara pun telah dimulai.Setelah sekian lama, Kevin baru berbicara dengan suara rendah setelah mendengar napas Ryuga yang makin berat, "Aku udah kasih kamu kesempatan, tapi kamu sendiri yang mengkhianatinya.""Sekarang kamu nggak bisa salahin aku. Dia pantas mendapatkan yang terbaik, sedangkan kamu nggak layak."Telepon ditutup.Ryuga duduk di lantai marmer yang dingin dan gelap, tidak lagi merasakan hawa dingin yang merayap.Dia

  • Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia   Bab 7

    Tidak bisa dipungkiri kalau Lisa memang memberinya rasa segar yang berbeda dari Wina.Namun, rasa segar itu tidak cukup kuat untuk mengguncang pernikahannya.Apalagi sampai merusak perasaannya pada Wina.Dia selalu merasa dirinya tinggi dan paling meremehkan orang yang berselingkuh.Dia juga pernah mengucap sumpah di gereja kalau dia tidak akan pernah mengkhianati Wina seumur hidupnya.Karena itulah, saat menyadari ada perasaan untuk Lisa, dia berusaha menghindar dan melarikan diri.Dia bahkan merasa sangat bersalah.Untunglah, rasa suka itu tidaklah banyak.Tapi, dia tidak menyangka kalau Wina tetap bisa menyadarinya.Sikap marah dan kasar yang dia tunjukkan sebenarnya hanyalah cara untuk menutupi perasaan batinnya yang sesungguhnya.Secara logika, dia tetap menganggap cuma Wina yang bisa menjadi istrinya.Lisa hanyalah seorang sekretaris, orang asing yang cuma lewat sebentar dalam hidupnya.Dibandingkan perkataan Lisa, dia tentu lebih memercayai istrinya yang sudah melewati suka duka

  • Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia   Bab 6

    Ryuga menyambar gelas di atas meja lalu membantingnya sekuat tenaga ke lantai marmer.Tato belati yang bersilangan di lengannya kini tampak makin mengerikan.Beberapa saat kemudian, Ryuga melambaikan tangan dengan lunglai. "Kamu keluar dulu, nanti aku yang hubungi dia.""Kamu selidiki keluarga mana yang berani ambil itu. Cari tahu apa mereka punya hubungan bisnis sama kita atau nggak.""Kalau ada pengkhianat di dalam keluarga, langsung habisi aja."Selama 10 tahun memimpin keluarga ini, tidak pernah sekalipun dia mengalami kerugian sebesar ini.Dulu kalau ada masalah, Wina selalu setia mendampinginya.Sesulit apa pun masalahnya, selama Wina yang turun tangan, semua pasti bisa selesai dengan mudah.Namun sekarang, Wina ingin gugat cerai dia.Dia terpaksa menghadapi situasi darurat ini seorang diri.Rasa panik dan frustrasi yang tidak berujung mulai menenggelamkannya.Fakta bahwa semua transaksi direbut orang lain berarti seluruh investasi awal keluarga sudah lenyap sia-sia.Kalau dia ti

  • Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia   Bab 5

    Belum sempat aku menjawab."Ibu pasti ada urusan mendesak makanya lupa ketuk pintu.""Wina, kamu makin nggak ada tata krama ya. Kayaknya aku udah terlalu manjain kamu sampai kamu jadi ngelunjak begini."Seketika aku merasa sangat sesak karena menahan amarah. Jariku meremas surat pengunduran diri itu kuat-kuat."Aku ke sini mau ambil surat cerai.""Keluar! Jangan masuk kalau nggak bisa ketuk pintu."Suara kemarahan Ryuga menggelegar ke seluruh ruangan.Lisa langsung panik begitu mendengar soal surat cerai."Aduh Bos, jangan marah-marah dong. Ibu pasti nggak sengaja.""Pasti Ibu lagi emosi aja makanya ngomong sembarangan."Sambil bicara begitu, dia menarik lenganku dengan gaya sok polos dan berkata, "Bu, jangan emosi dulu ya. Ada apa-apa tuh diomongin baik-baik aja."Baru saja aku hendak menarik lenganku, Lisa sudah jatuh terjatuh ke samping hingga dahinya membentur lantai marmer dengan keras."Bu, aku nggak nyalahin Ibu kok. Ini emang aku aja yang kurang hati-hati."Aku baru saja ingin

  • Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia   Bab 4

    Setelah kejadian itu, tatapan Ryuga selalu tertuju padaku.Saat aku menyadari hal itu dan balas menatapnya, dia selalu membuang muka secepat mungkin.Terkadang kalau aku ingin jalan kaki dan tidak minta dijemput sopir, di belakangku selalu ada ekor kecil yang mengikuti dari jauh.Suatu akhir pekan, aku dan teman-temanku janjian untuk pergi panjat tebing.Baru saja sampai di lokasi, kami berpapasan dengan Joseph, pewaris dari keluarga musuh.Aku membuang muka untuk menghindar, tapi tangan Joseph yang memegang cerutu tampak mengencang. Tatapan matanya yang kejam terus mengincarku.Baru sekitar lima menit kami turun tebing, muncul suara batu berjatuhan dan perkelahian dari puncak gunung yang seharusnya tidak ada orang di sana.Aku melihat tali utama kami bergoyang hebat, seolah ada seseorang yang sedang sekuat tenaga memotong tali itu.Belum sempat terpikir rencana darurat, terdengar teriakan Ryuga dari atas, "Wina, aku di sini!""Jangan takut, aku tarik kamu ke atas!"Setelah selamat dar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status