"Hmm..," gumam Doni pelan. Tadi, ia sempat diam beberapa saat. Namun kini, tatapannya jatuh ke meja yang berada di antara mereka berdua. Kopi yang tinggal sedikit dan tadi masih hangat, kini hampir dingin seluruhnya. Ia mengusap wajahnya pelan sebelum akhirnya menegakkan duduknya kembali dan menghembuskan napas panjang."Aku udah mikirin ini dari tadi. Menurut aku, yang paling baik sekarang adalah kita anggap kejadian semalam berhenti sampai di sini."Lila mengangkat pandangannya perlahan. Matanya masih merah karena menangis cukup lama. Ia hanya terdiam mendengar ucapan Doni. Karena, meski sudah menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, tetap saja kalimat itu terasa berat saat mendengarnya langsung dari mulut Doni."Cukup kita berdua yang tau. Dan biarkan masalah ini selesai di antara kita berdua."Suasana kembali hening.Doni menatap lurus ke arahnya sebelum melanjutkan pembicaraan. "Mulai sekarang hubungan kita cukup sebatas rekan kerja. Di kantor kita kerja seperti biasa. Tapi
Terakhir Diperbarui : 2026-06-16 Baca selengkapnya