"Iya, betul. Ini siapa ya?" tanya Laras dengan alis yang saling bertaut. "Oh, ini..." ucap Dina, sengaja memotong pembicaraan.Ia sedikit gugup sambil menoleh ke arah Laras. Dan baru sadar kalau dia belum pernah benar-benar cerita soal Doni sebelumnya.Doni langsung mengulurkan tangan kanannya ke arah Dina. "Selamat malam, Bu," ucapnya sambil tersenyum kecil. "Saya, Doni."Laras membalas senyum Doni, walaupun wajahnya masih terlihat sedikit bingung."Doni ini yang waktu itu bantu aku di hotel, Bu," jelas Dina, cepat. "Pas aku hampir jatuh habis meeting sama klien.""Oh, yang waktu itu," ucap Laras, akhirnya mulai mengerti.Doni langsung menggeleng pelan. "Ah, itu hanya kebetulan aja, Din.""Tetap aja saya harus terima kasih," balas Laras tulus. "Dina tuh kalau lagi buru-buru memang kadang suka kurang fokus. Jadi nggak lihat jalan.""Bu..." protes Dina pelan, sambil menahan malu.Doni malah tertawa kecil. "Nggak apa-apa, Bu. Untung waktu itu nggak sampai jatuh beneran."Laras mengangg
最後更新 : 2026-05-16 閱讀更多