"Baik, terima kasih Sus," tutur Laras. "Kalau begitu, saya antar ke kamar rawat sekarang ya, Bu Dina?"Dina kembali mengangkat kepalanya dan melihat ke arah perawat. "Iya, Sus.""Saya ambil kursi rodanya dulu ya, Bu?""Iya, Sus," jawab Dina lagi. Setelahnya, Dina kembali menunduk. Sedangkan Laras belum juga membuka suara sejak menerima hasil visum tadi. Ia sengaja mencari waktu yang tepat untuk bertanya kepada Dina. Laras tau dan sangat paham sifat anak semata wayangnya itu. Jika dipaksa bicara, ia pasti akan semakin diam dan tidak akan bicara sepatah katapun. Sesampainya di ruang rawat inap, Laras langsung membereskan barang yang tadi ia bawa di atas nakas. Lalu duduk di samping Dina. "Sayang, kamu mau makan malam apa?""Aku.. Mau makan apa aja kok Bu," jawab Dina, datar. Laras mengerutkan kening. Seingatnya, Dina cukup pemilih dalam hal makanan. Tapi sekarang, kenapa dia tidak meminta dan memesan apapun? Padahal dulu, kalau Laras tanya, pasti Dina langsung menyebutkan beberap
Read more