"Siapa bilang aku tanpa Pack?"Belum sempat Edmundo menjawab, pintu aula kembali terbuka.Seorang prajurit menerobos masuk dengan wajah penuh darah. Salah satu bahunya robek, sementara napasnya terdengar berat."Alpha!"Edmundo menoleh tajam. "Apa lagi?"Prajurit itu menelan ludah."Pertempuran di gerbang selatan mulai mereda."Wajah Edmundo sedikit berubah. "Bagus. Berarti pasukan kita mulai menekan mereka."Prajurit itu diam. Tatapan Edmundo langsung mengeras. "Kenapa kau diam?""Karena ... bukan itu yang terjadi, Alpha."Suasana aula mendadak sunyi. Edmundo memicingkan mata. Hampir semua yang hadir menatap prajurit itu dan Aku masih tetap berdiri tegak dengan kepala tengadah, sikap menantang. "Maksudmu?""Pasukan kita dipukul mundur."Aku tersenyum tipis. "Apa yang terjadi di sini, Edmundo?" Edmundo menoleh cepat kepadaku, menatapku dingin. Lalu kembali pada prajurit itu. "Ulangi.""Gerbang selatan sudah jatuh ke tangan mereka."BRAK!Tangan Edmundo menghantam meja di sampingnya
Magbasa pa